Produsen memori seperti Samsung mengalihkan produksi dari chip untuk produk sehari-hari ke chip kelas atas bagi raksasa AI seperti Nvidia Corp. Hal ini enciptakan kekurangan pasokan yang parah dan menyebabkan harga DRAM dan NAND melonjak.
“Perusahaan hyperscaler dan penyedia cloud membeli banyak DRAM dan mereka bersedia membayar harga premium,” kata Kepala Riset CLSA Securities Korea Sanjeev Rana.
Harga jual rata-rata DRAM melonjak lebih dari 30 persen secara pada akhir 2025, sementara harga NAND naik sekitar 20 persen.
Harga kemungkinan akan tetap sangat kuat sepanjang 2026 dan mungkin hingga paruh pertama 2027.
"Bahkan setelah itu, kita mungkin tidak akan melihat banyak koreksi karena permintaan terlalu kuat dan pasokan terbatas,” katanya. (Wahyu Dwi Anggoro)