sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kejar Nilai Ekonomi USD13,88 Juta di 2028, Pemerintah Perkuat Ekosistem Esport

Technology editor Rohman Wibowo
15/05/2026 16:00 WIB
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Riot Games dalam penguatan ekosistem esports nasional.
Kejar Nilai Ekonomi USD13,88 Juta di 2028, Pemerintah Perkuat Ekosistem Esport. Foto: iNews Media Group.
Kejar Nilai Ekonomi USD13,88 Juta di 2028, Pemerintah Perkuat Ekosistem Esport. Foto: iNews Media Group.

Dalam paparannya, Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyampaikan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam perkembangan ekosistem VALORANT di kawasan APAC (Asia-Pacific). Menurutnya, antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam kompetisi esports internasional.

“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujar Jake Sin.

Menurut data Global Games Market Report 2021 yang dirilis oleh Newzoo, Indonesia menempati posisi ke-8 yang menyumbang pendapatan paling banyak di dunia dengan nilai industri mobile game sebesar USD1,5 miliar. Di Indonesia, sebanyak USD1,3 miliar pemasukan industri mobile game hanya berasal dari total belanja konsumen melalui Google Play, tanpa menghitung pemasukan dari iklan dan lain sebagainya.

(NIA DEVIYANA)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement