IDXChannel - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi strategis dengan Riot Games dalam penguatan ekosistem esports nasional. Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyebut esports sudah merambah ke banyak lini yang memerlukan kolaborasi dengan banyak pihak.
Adapun menurut Statistik, pasar E-Sport di Indonesia diperkirakan tumbuh 25,34 persen pada periode 2019 hingga 2028, mencapai USD13,88 juta dalam dua tahun ke depan.
“Gim hari ini bukan hanya produk hiburan, tetapi juga platform yang menghubungkan budaya, teknologi, kreativitas, dan peluang ekonomi. Indonesia memiliki ekosistem gim yang sangat besar dan dinamis. Generasi muda kita tidak hanya aktif sebagai pemain, tetapi juga sebagai kreator, streamer, esports talent, event organizer, musisi, hingga pengembang gim,” ujar Menteri Ekraf saat audiensi bersama jajaran Riot Games di Gedung Autograph Tower Thamrin Nine, Jakarta, dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).
Selain itu, Kementerian Ekraf mendorong keterlibatan kreator lokal dalam berbagai aktivasi Riot Games di Indonesia, mulai dari subsektor musik, ilustrasi, visual art, fesyen, hingga intellectual property (IP) lokal.
“Kami melihat esports memiliki dampak ekonomi yang besar terhadap berbagai sektor, mulai dari industri kreatif, produksi acara, pariwisata, hingga penciptaan lapangan kerja bagi generasi muda. Karena itu, Indonesia perlu mengambil peluang ini secara serius dan terukur,” kata dia.
Kedua pihak juga menjajaki potensi kolaborasi dalam acara World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar di Jakarta pada Oktober mendatang. Forum internasional tersebut akan menghadirkan berbagai agenda ekonomi kreatif global, termasuk subsektor gim dan konten digital melalui program Screenverse.
Dalam paparannya, Head of VALORANT Esports Product Riot Games, Jake Sin, menyampaikan Indonesia menjadi salah satu pasar strategis dalam perkembangan ekosistem VALORANT di kawasan APAC (Asia-Pacific). Menurutnya, antusiasme komunitas serta prestasi tim esports Indonesia menunjukkan kesiapan Indonesia untuk mengambil peran lebih besar dalam kompetisi esports internasional.
“Indonesia merupakan salah satu region terkuat di VALORANT APAC saat ini. Kami ingin membuka jalur kompetitif yang lebih luas agar talenta Indonesia memiliki akses menuju panggung internasional dan global,” ujar Jake Sin.
Menurut data Global Games Market Report 2021 yang dirilis oleh Newzoo, Indonesia menempati posisi ke-8 yang menyumbang pendapatan paling banyak di dunia dengan nilai industri mobile game sebesar USD1,5 miliar. Di Indonesia, sebanyak USD1,3 miliar pemasukan industri mobile game hanya berasal dari total belanja konsumen melalui Google Play, tanpa menghitung pemasukan dari iklan dan lain sebagainya.
(NIA DEVIYANA)