IDXChannel - Pemerintah Korea Selatan akan menempuh seluruh opsi, termasuk arbitrase darurat dalam mencegah aksi mogok kerja massal di Samsung Electronics.
Perdana Menteri Korea Selatan, Kim Min-seok mengatakan, mogok kerja di raksasa teknologi tersebut dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga 100 triliun won atau setara Rp1.170 triliun.
“Penghentian operasi selama satu hari saja di pabrik semikonduktor Samsung Electronics diperkirakan dapat menimbulkan kerugian langsung hingga 1 triliun won atau sekitar USD667,68 juta,” ujar Kim dilansir dari Investing, Minggu (17/5/2026).
Menurutnya, dampak yang lebih mengkhawatirkan adalah terhentinya lini produksi semikonduktor yang dapat menyebabkan gangguan operasional selama berbulan-bulan.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar, Samsung Electronics dan serikat pekerja perusahaan dijadwalkan kembali melanjutkan negosiasi upah pada Senin (18/5/2026) dengan dimediasi pemerintah.
Langkah tersebut diyakini dapat meredakan kekhawatiran terhadap potensi aksi mogok yang berisiko mengganggu operasional salah satu produsen chip memori terbesar dunia itu.
Pemerintah Korea Selatan juga membuka peluang penerapan arbitrase darurat, sebuah kebijakan yang dapat diberlakukan oleh Menteri Tenaga Kerja apabila perselisihan industrial dinilai berpotensi merugikan ekonomi nasional maupun kehidupan masyarakat.
Melalui kebijakan itu, aksi mogok maupun tindakan industrial lainnya akan langsung dilarang selama 30 hari sambil proses mediasi dan arbitrase dilakukan oleh National Labor Relations Commission.
Kebijakan arbitrase darurat sendiri jarang digunakan di Korea Selatan dan akan menjadi langkah luar biasa, terutama di bawah pemerintahan yang dikenal lebih ramah terhadap serikat pekerja.
Namun, serikat pekerja Samsung menegaskan tidak akan tunduk pada tekanan terkait arbitrase dan menolak menyetujui kesepakatan upah apabila perusahaan hanya menawarkan proposal yang lebih buruk bagi pekerja.
Kim menyebut peran Samsung sangat besar bagi ekonomi Korea Selatan. Perusahaan tersebut menyumbang sekitar 22,8 persen dari total ekspor nasional dan mewakili sekitar 26 persen kapitalisasi pasar domestik.
Selain mempekerjakan lebih dari 120.000 pekerja, Samsung Electronics juga bekerja sama dengan sekitar 1.700 pemasok di seluruh negeri.
(DESI ANGRIANI)