Toyota berencana mempertahankan operasional seperti biasa dan fokus pada efisiensi biaya, tanpa menaikkan harga kendaraan. Toyota juga mempertimbangkan untuk memproduksi generasi baru SUV RAV4 di AS untuk mengurangi risiko tarif dan fluktuasi nilai tukar.
Selain tarif, perhatian investor juga tertuju kepada potensi investasi Toyota dalam Toyota Industries. Investasi itu dinilai bisa berdampak negatif terhadap persepsi pasar, meskipun bisa memperkuat rantai pasokan internal.
Sementara itu, saham Toyota turun 13 persen sejak awal 2025. Penurunan saham Toyota lebih tinggi dari penurunan indeks Nikkei 225 sebesar 8 persen.
(Ibnu Hariyanto)