sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice

Technology editor Kurnia Nadya
16/04/2026 16:28 WIB
DeepL meluncurkan fitur penerjemahan voice-to-voice.
Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice. (Foto: PR Newswire)
Platform Terjemahan Bahasa DeepL Luncurkan Fitur Translate Voice to Voice. (Foto: PR Newswire)

IDXChannel—Platform penerjemahan bahasa, DeepL, merilis fitur penerjemahan suara ke suara (voice to voice) yang penggunaannya mencakup fungsi luas. Mulai dari perbincangan dalam rapat, percakapan kelompok, hingga obrolan di perangkat seluler. 

 Melansir TechCrunch (16/4/2026), fitur penerjemahan ini juga berguna untuk para pekerja garda depan yang menghadapi beragam orang dengan bahasa yang berbeda-beda. 

“Setelah menghabiskan bertahun-tahun dalam penerjemahan teks, suara adalah langkah alami bagi kami,” ucap CEO DeepL, Jarek Kutylowski, mengutip TechCrunch (16/4/2026).

Sebelumnya, DeepL hanya dapat digunakan untuk penerjemahan teks dan dokumen. Sebelum peluncuran fitur ini, DeepL tidak bisa menerjemahkan suara secara real-time. 

Kutylowski mengatakan bahwa tantangan dalam menciptakan produk penerjemahan waktu nyata berpusat pada keseimbangan antara mengurangi latensi—penundaan antara seseorang berbicara dan pemutaran audio terjemahan—dan mempertahankan hasil yang akurat.

Selain itu, DeepL merilis add-on untuk platform seperti Zoom dan Microsoft Teams, di mana pendengar dapat mendengarkan hasil terjemahan secara real-time. Sementara orang lain berbicara dalam bahasa asli atau mengikuti teks terjemahan real-time di layar. 

Saat ini, fitur voice to voice sedang dalam tahap akses awal. DeepL mengundang para konsumen untuk ikut mengantre. 

Perusahaan ini juga memiliki produk untuk percakapan berbasis seluler dan web yang dapat dilakukan secara langsung atau jarak jauh. Teknologi voice-to-voice DeepL juga dapat belajar dan beradaptasi dengan kosakata khusus. 

Seperti istilah khusus industri, nama perusahaan serta nama pribadi.

Perusahaan mengatakan bahwa mereka mengontrol seluruh tumpukan voice-to-voice. Namun, sistem saat ini mengubah ucapan menjadi teks, menerapkan terjemahan, lalu mengubahnya kembali menjadi ucapan. 

Ke depannya, mereka berencana mengembangkan model terjemahan suara end-to-end yang sepenuhnya tanpa mengubah suara menjadi teks.

(Eugina Siregar)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement