IDXChannel - Gim Roblox ternyata bisa menjadi sekolah untuk pemainnya yang masih muda. Tentu saja, bukan sekolah konvensional.
Vice President of Civility and Partnerships Roblox, Tami Bhaumik mengatakan, sekolah yang dimaksud yakni sekolah digital. Di mana para pemainnya bisa berkreasi bahkan bisa belajar coding atau sistem pemrograman lewat gim tersebut.
"Banyak pengguna yang mulai bermain sejak usia 9–10 tahun, mereka juga belajar lewat Roblox, kini telah tumbuh menjadi developer profesional yang menjalankan studio sendiri," kata Tami saat media briefing di wilayah Jakarta Pusat, Selasa (14/4/2026).
“Mereka sekarang benar-benar menjadi pebisnis, belajar keuangan, hukum, dan menjalankan tim,” lanjutnya.
Tami menambahkan, bermain gim tidak sama dengan sekedar bermain media sosial. Menurutnya, dalam gim pengguna tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga aktif berkreasi dan berinteraksi.
Hal itu lah yang kemudian membentuk kemampuan berpikir, imajinasi, hingga kerja sama tim pada anak.
“Bermain gim memiliki dimensi lain, kemampuan untuk berkreasi, terhubung dengan manusia, dan membangun relasi,” kata dia.
Tami menilai bahwa gim juga dapat menjadi ekosistem baru untuk pengguna menjadi kreator hingga pelaku bisnis.
Tami juga menyorotoi adanya budaya lokal Indonesia juga menjadi daya tarik di gim Roblox.
Gim dengan sentuhan budaya Indonesia justru memiliki daya tarik kuat. Dia mencontohkan, gim bertema makanan lokal yang kemudian populer.
Contoh lain adalah simulasi seperti mendaki Gunung Rinjani di Roblox yang kemudian menjadi pengalaman baru bagi pengguna meskipun tidak datang langsung ke lokasi.
“Keaslian terhadap budaya di sini di Indonesia akan menjadi sangat penting,” kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)