Perusahaan mengatakan satelit itu, yang merupakan bagian dari hampir 10.000 satelit dalam jaringan internet broadband Starlink, dengan cepat jatuh sekitar empat km dari ketinggian normalnya, yang mengindikasikan kemungkinan terjadinya ledakan internal.
“Menurunkan ketinggian satelit akan mempersempit orbit Starlink dan meningkatkan keselamatan ruang angkasa dalam beberapa hal,” kata Nicolls dalam unggahan di platform media sosial X.
Jumlah wahana antariksa di orbit Bumi telah meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir, seiring perusahaan dan negara berlomba meluncurkan puluhan ribu satelit untuk layanan internet serta layanan berbasis ruang angkasa lainnya seperti komunikasi dan pencitraan Bumi.
SpaceX, yang sejak lama dikenal melalui bisnis peluncuran roketnya, kini menjadi operator satelit terbesar di dunia melalui Starlink, jaringan yang memancarkan layanan internet broadband kepada konsumen, pemerintah, dan pelanggan korporasi. (Reporter: Nasywa Salsabila) (Wahyu Dwi Anggoro)