AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Harga LPG 12 Kg Naik, Masyarakat Beralih ke LPG Subsidi

YUK NABUNG SAHAM
Iqbal Dwi Purnama
Minggu, 06 Maret 2022 13:48 WIB
Naiknya harga LPG 12 Kg Pertamina membuat banyak masyaralat beralih membeli LPG ukuran 3 kg yang merupakan LPG subsidi dari pemerintah.
Harga LPG 12 Kg Naik, Masyarakat Beralih ke LPG Subsidi (FOTO: MNC Media)
Harga LPG 12 Kg Naik, Masyarakat Beralih ke LPG Subsidi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Naiknya harga LPG ukuran 12 kilogram (kg) dari PT Pertamina (Persero) pada 27 Februari lalu, membuat banyak masyaralat beralih membeli LPG ukuran 3 kg yang merupakan LPG subsidi dari pemerintah.

Salah satu pedagang gas elpiji di Lubang Buaya, Jakarta Timur, Ratna (35) mengaku saat ini banyak masyarakat yang mencari gas elpiji ukuran 3Kg setelah adanya dua kali kenaikan untuk gas elpiji ukuran 12 Kg.

"Banyak yang beralih ke 3Kg, tidak mengalami kerugian sih, hanya pada beralih ke gas yang ukuran 3Kg," ujar Ratna, Minggu (6/3/2022).

Ratna merasakan beberapa langgananya yang biasanya membeli gas ukuran 12Kg kini banyak yang meminta gas elpiji ukuran 3Kg dengan volume pembelian yang meningkat. Namun disatu sisi penjualan terhadap gas elpiji ukuran 12Kg menurun.

"Biasanya saya jual seharinya bisa 50 tabung, sekarang bisa 80 sampai 90 tabung, jadi ada peningkat perharinya," tutur Ratna

Pedagang lain bernama Ramto juga mengatakan saat ini kenaikan harga gas bisa mencapai Rp24 ribu untuk satu tabungnya. "Saya menjual saat ini diatas Rp200 di ribu lah, karena mdoal saya saja itu Rp192 ribu," sambung Ramto.

Menurut Ratmo saat ini banyak pedagang yang beralih menggunakan gas elpiji ukuran 3Kg semenjak harga gas elpiji ukuran 12 Kg sudah 2 kali mengalami kenaikan.

"Kalau saat ini para pedagang ya, banyak yang beli gas ukuran 3Kg, kalau yang kalangan atas sih masih ngambil, mengikuti harga yang sekarang," kata Ratmo.

Harga gas yang terus mengalami kenaikan ini membuat salah satu pedagang, Munzir (40) gas elpiji berhenti menjual gas elpiji ukuran 12 Kg. Karena menurutnya saat ini sudah jarang masyarakat yang mencari gas ukuran 12Kg.

"Masyarakat sekarang juga sudah jarang yang nyari, jadi malas menjual," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya pada 25 Desember 2021 harga gas elpiji naik menjadi Rp13.500 per kilogram. Selanjutnya pada bulan Februari 2022 Pertamina menaikan kembali harga gas sebesar Rp15.500.

Pada 25 Desember 2021, harga gas elpiji naik dari sebelumnya Rp 11.500 per kilogram menjadi Rp 13.500 per kilogram, dan naik lagi di akhir Februari 2022 menjadi Rp 15.500 per kilogram. Untuk wilayah Pulau Jawa sendiri saat ini Pertamina memberika harga Rp187.000 untuk gas elpiji ukuran 12 Kg. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD