Kenali Keuntungan dan Risiko, Ini Jenis Reksa Dana (Part 1)
Yuk Nabung Saham
Fahmi Abidin
Senin, 24 Juni 2019 17:30 WIB
Mengenal dunia investasi tidak sekadar hanya soal nabung saham, emas atau tanah. Disamping itu, ada juga instrumen lain yakni Reksa Dana.
Kenali Keuntungan dan Risiko, Ini Jenis Reksa Dana (Part 1). (Foto: Ist)

IDXChannel – Mengenal dunia investasi tidak sekadar hanya soal nabung saham, emas atau tanah. Disamping itu, ada juga instrumen lain yakni Reksa Dana.

Alternatif pasar modal di Indonesia untuk investor pemula adalah reksa dana. Investor bisa membeli dan menjual kembali Unit Penyertaan (UP) reksa dana di Manajer Investasi (MI) atau melalui bank yang menjadi rekanan Reksa Dana.

Ada empat jenis Reksa Dana yang bisa dipilih investor sebagai alternatif investasi. Reksa dana saham, reksa dana campuran, reksa dana pendapatan tetap, dan juga reksa dana pasar uang. Perbedaan keempat jenis reksa dana ini terutama pada underlying asset atau portofolio investasi tiap jenis reksa dana.

Reksa dana saham menginvestasikan dana kelolaan milik investor sebagian besar ke instrumen saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun potensi return yang tinggi diimbangi dengan risiko yang tinggi pula. “High risk, high return”, sesuai dengan prinsip investasi.

Pertama yakni Reksa dana saham yang cocok buat investor yang bertipe agresif, berani menghadapi risiko, dan tepat dipilih buat investor yang berinvestasi dalam jangka panjang di atas lima tahun.

Sedangkan yang kedua adalah Reksa Dana campuran berisi portofolio saham dan surat utang (obligasi) dalam komposisi yang berimbang di antara keduanya. Potensi keuntungan reksa dana campuran di bawah reksa dana saham, dengan tingkat risiko juga di bawah reksa dana saham.

Selain itu, Reksa Dana ampuran cocok untuk investor dengan tipe moderat. Investor moderat siap menerima fluktuasi Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksa dana dalam jangka pendek, tetapi juga menginginkan hasil investasi di atas bunga deposito. Untuk mengelola risiko, reksa dana campuran sebaiknya dijadikan alternatif investasi jangka menengah antara 3-5 tahun.

Sementara itu, yang keempat yakni Reksa Dana pendapatan tetap, cocok untuk investor bertipe konservatif, atau yang ingin berinvestasi dalam jangka waktu pendek antara 1-3 tahun. Reksa dana pendapatan tetap mengalokasikan dana kelolaannya pada instrumen surat utang, baik Surat Utang Negara (SUN) maupun obligasi korporasi.

Tingkat risiko investasi reksa dana pendapatan tetap di bawah reksa dana campuran, dengan potensi return yang juga di bawah reksa dana pendapatan tetap. Disebut pendapatan tetap, karena portofolionya berisi surat utang yang memberikan bagi hasil berupa kupon bunga yang tetap. (*)

Baca Juga