AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

BPR dan BPRS Salurkan Kredit untuk UMKM Capai Rp128 Triliun

BANKING
Suparjo Ramalan
Selasa, 05 April 2022 20:56 WIB
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia mencatat hingga akhir Desember 2021 jumlah kredit yang disalurkan BPR-BPRS kepada UMKM mencapai Rp128 Triliun.
BPR dan BPRS Salurkan Kredit untuk UMKM Capai Rp128 Triliun. (Foto: MNC Media)
BPR dan BPRS Salurkan Kredit untuk UMKM Capai Rp128 Triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mencatat hingga akhir Desember 2021 jumlah kredit yang disalurkan BPR-BPRS kepada UMKM mencapai Rp128 triliun. Angkai ini naik 5,86 Persen.

“Penyaluran dana oleh industri BPR-BPRS dalam bentuk kredit tumbuh 5,86 persen atau Rp128 triliun pada Desember 2021. Dan sebagian besar dari jumlah itu digunakan untuk pembiayaan UMKM di seluruh Indonesia,” ujar Ketua Umum DPP Perbarindo Joko Suyanto, Selasa (5/4/2022).

Di lain sisi, menyikapi kebutuhan nasabah yang semakin kompleks dan perubahan teknologi yang begitu cepat, kata Joko, Perbarindo berkomitmen meningkatkan kompetensi dan kapabilitas sumber daya manusia (SDM) di BPR-BPRS.

Pengembangan SDM yang berkualitas tersebut sekaligus menyikapi perubahan lingkungan usaha yang kian dinamis. 

Joko menjelaskan BPR dan BPRS tetap berkomitmen mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Tercatat BPR dan BPRS memiliki 6.508 unit kantor dan memiliki karyawan lebih dari 100.000 orang yang tersebar dari Aceh-Papua.

"BPR/BPRS tetap melaksanakan fungsi intermediasi berupa penyaluran dana dalam bentuk kredit meskipun dalam masa pandemi Covid-19," ungkap Joko

Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi tantangan sendiri bagi Indonesia. Sementara tren perubahan cara bekerja pada masa depan akan terus berubah dan berbeda dengan hari ini. 

Pembangunan SDM yang unggul, lanjut dia, menjadi kunci dalam mengatasi permasalahan saat ini, terutama di sektor ekonomi dan keuangan yang terus menghadapi perubahan dan ketidakpastian. 

"Untuk itu, kami memperkuat SDM BPR-BPRS dengan bersinergi bersama Universitas Gunadarma dan Perkumpulan Program Diploma Keuangan dan Perbankan Indonesia,” kata Joko.

Saat ini, Perbarindo menggandeng sejumlah universitas, salah satunya Universitas Gunadarma dan Prodikpi. Kerjasama tersebut berupa dukungan pengembangan SDM BPR-BPRS melalui penyediaan modul, narasumber dan fasilitasi magang.

“Kami sangat senang bisa bersinergi dengan Industri BPR-BPRS tentu merupakan upaya link and match antara kebutuhan industri dengan Perguruan Tinggi, kami sepenuhnya siap membantu BPR-BPRS untuk mengembangkan talenta terbaiknya," ungkap Didin Mukodim, Wakil rektor IV bidang Kerjasama Universitas Gunadarma. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD