IDXChannel – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terus menginisiasi berbagai cara baru untuk terus relevan dalam menghadapi tantangan yang muncul di era digitalisasi.
Direktur Risk Management Grandis Helmi mengatakan, BSI fokus pada aspek manusia untuk menghadapi risiko dan tantangan di era digital untuk tetap relevan di tengah transformasi digital yang cepat dan menjadi bank yang mampu menghadapi risiko baru di era digitalisasi
Grandhis menerangkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin mengarah ke penggunaan layanan perbankan digital. Hal itu terlihat dalam data internal perseroan yang menunjukkan bahwa pasca pandemi COVID-19, nasabah-nasabah BSI lebih memilih layanan perbankan internet dan aplikasi mobile daripada perbankan konvensional.
“Perkembangan ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital akan menjadi alat utama. Untuk menjawab kebutuhan dalam melayani nasabah yang berasal dari berbagai segmen usia, BSI perlu menawarkan beragam produk yang sesuai dengan kebutuhan setiap segmen,” jelas Grandis seperti dikutip Minggu (29/10/2023).
Grandis juga mengakui bahwa digitalisasi membawa risiko baru, seperti serangan siber dan penipuan digital. BSI telah mengidentifikasi risiko ini dan mengadopsi pendekatan pertahanan dalam tiga lapisan untuk menghadapinya, yaitu melibatkan unit bisnis, manajemen risiko independen, dan pengawasan oleh dewan komisaris.