Segmen ini mencatat kenaikan lebih dari 15 persen secara year to date (ytd), dengan jenis pembiayaan corporate banking menjadi kontributor utama, dengan outstanding lebih dari Rp4,5 triliun, atau meningkat hingga di atas 16 persen dibandingkan posisi akhir 2025.
Sementara, pembiayaan business banking juga tumbuh Rp156 miliar atau sekitar 12 persen menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan posisi akhir 2025.
Selain segmen komersial, pembiayaan ritel juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pembiayaan Syariah Card tercatat mencapai lebih dari Rp325,4 miliar, tumbuh hingga lebih dari 67 persen secara tahunan.
Sedangkan jenis pembiayaan konsumer mencapai Rp601 miliar atau meningkat sebesar 17,73 persen dibanding realisasi per Juni 2025 lalu.
"Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan kontribusi yang berkelanjutan terhadap profitabilitas bank," ujar Hanie.