Upaya tersebut dilakukan antara lain dengan menjaga pengelolaan kas pemerintah serta meningkatkan remunerasi atau bunga yang dibayarkan Bank Indonesia kepada pemerintah.
Menurut Perry, langkah tersebut akan memastikan operasi moneter tetap berjalan efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar, sekaligus didukung oleh kebijakan fiskal yang sejalan.
"Dengan demikian, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar Rupiah, sementara operasi fiskal juga memberikan dukungan yang kuat," katanya.
Perry menegaskan, koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter selama ini berjalan sangat erat. Sinergi tersebut tidak hanya diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dia menambahkan, penguatan koordinasi fiskal dan moneter saat ini difokuskan pada upaya menjaga stabilitas rupiah melalui kebijakan yang saling melengkapi sesuai kewenangan masing-masing institusi.