Transaksi repo valas ini dapat diikuti oleh para primary dealer PUVA, yang berperan penting dalam menjaga likuiditas di pasar keuangan.
"Melalui penguatan tersebut, aktivitas pasar sekunder SVBI dan SUVBI diharapkan akan semakin meningkat, sehingga turut mendukung pendalaman pasar keuangan serta menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah dinamika global yang masih berlanjut," kata Erwin.
Peluncuran instrumen ini juga menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam menyediakan ekosistem pasar keuangan yang modern dan resilien.
Dengan menjadikan SVBI dan SUVBI sebagai aset likuid berkualitas tinggi yang dapat di-repo-kan, daya tarik instrumen ini bagi investor dan perbankan diyakini akan semakin kuat, yang pada gilirannya akan memperkokoh cadangan devisa dan stabilitas moneter nasional.
(NIA DEVIYANA)