IDXChannel - Pertumbuhan kredit yang disalurkan oleh perbankan pada April 2026 tercatat sebesar Rp8.606,6 triliun atau tumbuh sebesar 9,4 persen (year on year), lebih tinggi
dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 8,9 persen (yoy).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso mengatakan peningkatan penyaluran kredit terutama didorong oleh penyaluran kredit kepada debitur korporasi dan perorangan yang tumbuh masing-masing sebesar 14,5 persen (yoy) dan 3,4 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 13,9 persen (yoy) dan 3,0 persen (yoy).
"Berdasarkan jenis penggunaan, Kredit Modal Kerja (KMK) pada April 2026 tumbuh sebesar 5,8 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya sebesar 4,0 persen (yoy)," tuturnya Senin (25/5/2026).
Pertumbuhan KMK pada April 2026 terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan penyaluran kredit pada sektor Industri Pengolahan dan sejenisnya, serta sektor Keuangan, Real Estat, dan Jasa Perusahaan.
Adapun pertumbuhan Kredit Investasi (KI) pada April 2026 tetap tinggi sebesar 18,4 persen (yoy), melanjutkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 20,1 persen (yoy).
"Perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan pada sektor Konstruksi serta sektor Pengangkutan dan Komunikasi," ujarnya.
Selanjutnya, Kredit Konsumsi (KK) pada April 2026 tumbuh sebesar 6,0 persen (yoy), meningkat dibandingkan pertumbuhan pada Maret 2026 sebesar 5,8 persen (yoy).
"Perkembangan tersebut dipengaruhi
perkembangan kredit kepemilikan rumah dan kredit multiguna yang mengalami ekspansi masing-masing sebesar 4,8 persen (yoy) dan 8,5 persen (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 4,5 persen (yoy) dan 8,3 persen (yoy)," tutur dia.
Selain itu, kredit kendaraan bermotor
mengalami kontraksi sebesar 9,0 persen (yoy) dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi sebesar 8,9 persen (yoy).
(kunthi fahmar sandy)