AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Optimalisasi Pemulihan Aset, LPS Gugat Empat Bank Likuidasi ke Jalur Hukum

BANKING
Anggie Ariesta
Selasa, 26 April 2022 18:54 WIB
LPS telah mengajukan beberapa gugatan kepada beberapa pihak yang dinilai menyebabkan bank-bank tersebut menjadi gagal dan harus dicabut izin usahanya.
Optimalisasi Pemulihan Aset, LPS Gugat Empat Bank Likuidasi ke Jalur Hukum (foto: MNC Media)
Optimalisasi Pemulihan Aset, LPS Gugat Empat Bank Likuidasi ke Jalur Hukum (foto: MNC Media)

IDXChannel - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus berupaya mengoptimalkan pemulihan aset (recovery asset) terhadap bank-bank nasional yang telah dilikuidasi. Berbagai macam pendekatan dilakukan, tak terkecuali juga melalui jalur hukum atau pengadilan.

Berdasarkan Laporan Keuangan LPS 2021, dikutip Selasa (26/4/2022), LPS telah mengajukan beberapa gugatan kepada beberapa pihak yang dinilai menyebabkan bank-bank tersebut menjadi gagal dan harus dicabut izin usahanya oleh otoritas pengawas.

Bank terlikuidasi tersebut adalah BPR Tripillar Arthajaya, BPR Citraloka Danamandiri, BPR Multi Artha Mas Sejahtera dan BPR Al Hidayah. Adapun nilai total gugatan kepada empat bank yang telah dilikuidasi ini sekitar Rp95,89 miliar.

Beberapa bank tersebut yaitu BPR Tripilar Arthajaya dengan nilai gugatan Rp29,14 miliar, dengan salinan putusan kasasi pada 3 Agustus 2021 yang bersifat inkracht.

Kedua, BPR Citraloka Danamandiri dengan nilai gugatan Rp 53,93 miliar. Adapun statusnya kini dalam proses pengajuan PKPU dan telah dinyatakan sebagai PKPU pada Januari 2022. Saat ini Hakim pengawas memberikan waktu pada kreditur untuk melakukan inventarisasi aset debitur.

Ketiga, BPR Multi Artha Mas Sejahtera dengan nilai gugatan Rp 3,05 miliar, dengan status kontra memori kasasi pada 29 Oktober 2021. Saat ini gugatan pada BPR Multi Artha Mas Sejahtera masih dalam proses pemeriksaan Mahkamah Agung.

Keempat, BPRS Al Hidayah dengan nilai gugatan Rp 9,76 miliar dengan status putusan berkekuatan hukum tetap (inkracht). (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD