AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Perkuat Kapabilitas Bank Digital, DBS Indonesia Luncurkan Sistem QRIS Bagi Nasabah Korporasi

BANKING
Kunthi Fahmar Sandy
Kamis, 14 Oktober 2021 15:55 WIB
Transformasi digital saat ini memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan akan layanan yang memungkinkan pelaku bisnis
Perkuat Kapabilitas Bank Digital, DBS Indonesia Luncurkan Sistem QRIS Bagi Nasabah Korporasi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Perkembangan digital yang pesat turut memengaruhi cara korporasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) beroperasi di berbagai sektor, tidak terkecuali sektor keuangan dan perbankan. 

Transformasi digital saat ini memegang peranan penting dalam memenuhi kebutuhan akan layanan yang memungkinkan pelaku bisnis dalam melakukan transaksi secara digital. Hasil survei DBS Digital Readiness edisi ketiga1 mengungkapkan bahwa dalam hal kemajuan digital, UKM di Singapura adalah penentu kecepatan dengan 72% memiliki strategi transformasi digital, diikuti Hongkong (47%), Tiongkok (44%), Taiwan (38%), India (25%) dan Indonesia (20%). 

Setelah meluncurkan This is DBS Digibanking bulan lalu, kini Bank DBS Indonesia memperkuat kapabilitas DBS Corporate Banking Digital Solutions dengan meluncurkan produk DBS MAX QRIS, sebuah sistem penerimaan digital menggunakan Quick Response Indonesia Standard (QRIS) bagi nasabah korporasi

DBS MAX QRIS menghadirkan teknologi yang disempurnakan untuk kebutuhan penerimaan tagihan dan rekonsiliasi nasabah korporasi, di mana memungkinkan proses transaksi dari pembeli terjadi secara real-time hanya dengan memindai untuk membayar (scan and pay). 

Peluncuran ini merupakan inovasi dari kampanye This is DBS Digibanking yang menghadirkan pengalaman tanpa

batas bagi nasabah korporasi dan UKM dalam menjalankan bisnis sehari-hari. Dengan menghadirkan DBS MAX QRIS, Bank DBS Indonesia juga mendukung arahan, rencana, dan strategi Bank Indonesia melalui Payment System Blueprint 2025 yang diluncurkan pada tahun 2019. 

“Sebagai bank yang selalu berinovasi dan memberikan layanan terbaik bagi nasabah, Bank DBS Indonesia menghadirkan DBS MAX QRIS melalui kampanye This is DBS digibanking. DBS MAX QRIS memungkinkan nasabah korporasi untuk membuat kode QRIS secara digital melalui API DBS yang telah diluncurkan sejak tahun 2019 - DBS RAPID; memperoleh penerimaan secara real-time untuk transaksi yang dilakukan pembayar melalui scan and pay kode QRIS DBS; menerima notifikasi transaksi secara real-time melalui Instant Credit Notification; dan mengunduh laporan yang mengintegrasikan transaksi dari berbagai kanal termasuk QRIS melalui QRIS-Encore report yang dapat diunduh melalui DBS internet banking kami, DBS IDEAL. Layanan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang mempermudah proses transaksi dan pembukuan nasabah korporasi dalam menjalankan bisnisnya,” ujar Head of Global Transaction Services, PT Bank DBS Indonesia, Jusuf Iwan Rusli. 

DBS mengutamakan integrasi dengan sistem nasabah untuk layanan DBS MAX QRIS ini, sehingga pengalaman digital dan user journey dari user dan merchant dapat dimaksimalkan. Maka dari itu penggunaan API (Application Programming Interface) yang terintegrasi dengan layanan DBS RAPID menjadi bagian dari solusi DBS MAX QRIS. 

Untuk mendukung transformasi digital bagi UKM, penggunaan API dengan ketentuan perjanjian transaksi antara pembeli dan penjual langsung masuk ke dalam barisan kode, diperkirakan menjadi populer di kalangan pelaku bisnis di seluruh Asia. 

Sebanyak 82% bisnis di Asia Pacific (APAC) melihat API sebagai komponen penting dari strategi digital mereka di masa depan. Sebagai contoh, konektivitas API denganbank diperkirakan berkembang dalam 12 bulan ke depan, dengan 56% UKM dan 65% perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah ingin menerapkan API dalam hubungan perbankan mereka. 

Peluncuran DBS MAX QRIS ini sejalan dengan kesiapan para nasabah korporasi dalam mengadopsi sistem digital. Secara khusus, dalam hal investasi pada digitalisasi saluran penjualan dan distribusi, UKM di APAC berinvestasi dua kali lipat dari perusahaan besar dan perusahaan pasar menengah (21% dibandingkan dengan 10%) terkait anggaran teknologi. 

Dalam hal dukungan digital, bank akan tetap menjadi mitra pilihan untuk bisnis di APAC. Hal ini untuk mengimbangi inovasi fintech dan menemukan solusi digital yang tepat, dengan hampir delapan dari 10 bisnis (85%) menyebutkan hal itu sebagai pilihan yang disukai (meningkat dari 69% pada 2020). 

Rachel Chew, Group Head Cash Management Product, Global Transaction Services, DBS mengatakan perseroan memperkenalkan layanan DBS MAX QRIS di Indonesia adalah bukti nyata akan komitmennya untuk terus berinovasi dan memperluas transformasi digital bagi nasabah korporasi kami. 

Denganhadirnya DBS MAX QRIS, nasabah korporasi kami dapat mengatur dengan efisien proses penerimaan dari layanan “Scan and Pay” dari pembeli. "Ini memudahkan nasabah untuk terus beroperasi dan menerima pembayaran tanpa interaksi fisik dan inilah kemudahan yang ditawarkan oleh DBS MAX QRIS," tukasnya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD