Meskipun aset tumbuh, akumulasi pendapatan premi asuransi komersial yang mencapai Rp36,38 triliun (tumbuh 4,67 persen yoy) menyimpan anomali.
Pertumbuhan tersebut nyatanya hanya didorong oleh sektor asuransi umum dan reasuransi yang tumbuh pesat sebesar 17,92 persen menjadi Rp18,42 triliun.
Sebaliknya, sektor asuransi jiwa justru mengalami kelesuan dengan pendapatan premi yang terkontraksi sebesar 6,15 persen menjadi Rp17,97 triliun.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa meski perusahaan memiliki modal kuat, tantangan besar justru hadir dari sisi minat beli masyarakat atau strategi penjualan produk asuransi jiwa.
Berbeda dengan asuransi, industri dana pensiun justru mencatatkan pertumbuhan yang lebih impresif. Total aset dana pensiun melonjak 11,21 persen secara tahunan menjadi Rp1.686 triliun, melampaui laju pertumbuhan aset asuransi.
(DESI ANGRIANI)