AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Bisa untuk Berinvestasi? Ini Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah

ECONOMIA
Sabtu, 20 Februari 2021 13:45 WIB
Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah bisa jadi pilihan bagi Anda untuk berinvestasi, dan nyatanya kini populer di kalangan milenial.
Bisa untuk Berinvestasi? Ini Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah. (Foto : MNC Media)
Bisa untuk Berinvestasi? Ini Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Jenis-Jenis Reksa Dana Syariah bisa jadi pilihan bagi Anda untuk berinvestasi, dan nyatanya kini populer di kalangan milenial. Namun, kini juga ada berbagai macam reksa dana syariah yang bisa kamu jadikan pilihan untuk berinvestasi di masa depan.

Seperti yang dicantumkan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 19 /POJK.04/2015 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah, ada beberapa jenis reksa dana syariah yang bisa digunakan untuk berinvestasi.

Dikutip berbagai sumber, berikut adalah beberapa jenis reksa dana syariah yang bisa digunakan:

  1. Reksadana Syariah Saham

Reksadana ini menanamkan sebagian besar investasinya pada instrumen saham yang termasuk ke dalam saham syariah. Pada umumnya, 80 persen dana kelolaan akan ditempatkan di saham, serta maksimal 20 persen akan ditempatkan pada instrumen pasar uang berbasis syariah.

Adapun saham dan pasar uang yang dijadikan portofolio investasi akan mengacu pada Daftar Efek Syariah (DES) yang ditetapkan oleh OJK.

Imbal hasil (return) reksadana ini termasuk yang paling tinggi, rata – rata di atas 10 persen sampai dengan 20 per tahun. Namun, return yang tinggi tersebut diiringi dengan risiko yang tinggi pula. Oleh sebab itu, Reksadana syariah saham lebih cocok untuk Anda yang punya target keuangan yang ingin dicapai dalam waktu 5 tahun atau lebih.

Sebagai contohnya, dana pendidikan anak yang akan digunakan 10 tahun kemudian, dana pensiun yang akan digunakan 15 tahun kemudian, dan kebutuhan lain yang menuntut tingkat kenaikan di atas inflasi.

  1. Reksadana Syariah Campuran

Reksadana ini didesain bagi investor yang khawatir akan risiko fluktuasi saham tetapi juga tidak ingin return pendapatan tetap yang terlampau rendah. Menghadapi ini, pengelola reksadana menawarkan pengelolaan kombinasi, campuran antara saham dan pendapatan tetap.

Reksadana ini menempatkan investasi secara menyebar pada instrumen saham, sukuk, dan pasar uang. Return reksadana campuran biasanya berada di tengah-tengah antara saham dan pendapatan Tetap. Risikonya pun berada di antara kedua instrumen tersebut.

Perlu diingat bahwa reksadana ini memiliki risiko yang lebih tinggi dibandingkan pendapatan tetap, sehingga sebaiknya digunakan untuk target tujuan keuangan menengah (3-5 tahun).

  1. Reksadana Syariah Pendapatan Tetap

Reksadana ini menempatkan mayoritas dana investasi di instrumen sukuk yang diterbitkan oleh Negara Republik Indonesia maupun korporasi yang memiliki peringkat minimum BBB (investment grade) atau yang setara, yang ditawarkan melalui Penawaran Umum dan/atau diperdagangkan di Bursa Efek.

Sukuk adalah jenis bukti kepemilikan bersama atas suatu aset dasar (underlying asset) yang menjadi dasar penerbitan sukuk. Sukuk memberikan imbal hasil tetap kepada reksadana  selama jangka waktu yang telah ditetapkan.

Oleh sebab itu, return reksadana jenis ini sudah pasti, tidak fluktuatif reksadana saham. Kepastian return tersebut berimplikasi pada tingkat imbal hasil yang tidak setinggi reksadana saham. Reksadana jenis ini lebih cocok untuk tujuan keuangan jangka pendek dan menengah (1-3 tahun) yang membutuhkan kepastian dan risiko rendah.

  1. Reksadana Syariah Pasar Uang

Reksadana ini berinvestasi 100 persen di instrumen pasar uang berbasis syariah dalam negeri, seperti sukuk dan deposito syariah. Jenis reksadana ini menempatkan dana di instrumen keuangan jangka pendek yang risikonya paling rendah.

Keunggulan reksadana ini adalah faktor keamanan serta likuiditas. Reksadana ini paling aman di antara jenis yang lainnya. Namun, karena paling aman, return jenis reksadana ini paling kecil. Oleh karena itu, reksadana ini lebih cocok jika Anda ingin investasi dalam jangka pendek atau sekitar 1 tahun. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD