AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24129.48
-0.37%
-88.55
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,852 / gram

Dorong Inovasi Baru, Menristek Berharap Impor Alkes Berkurang

ECONOMIA
Rabu, 17 Februari 2021 16:45 WIB
Bambang berharap dan mendorong semakin banyak peneliti untuk menciptakan teknologi dan inovasi baru guna mengurangi ketergantungan produk alkes impor.
Dorong Inovasi Baru, Menristek Berharap Impor Alkes Berkurang. (Foto : MNC Media)
Dorong Inovasi Baru, Menristek Berharap Impor Alkes Berkurang. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan bahwa sebagian besar alat kesehatan (Alkes) di Indonesia adalah impor, mulai dari teknologi canggih hingga sederhana.

Melihat hal tersebut Bambang berharap dan mendorong semakin banyak peneliti untuk menciptakan teknologi dan inovasi baru guna mengurangi ketergantungan produk alkes impor.

Misalnya, kata Bambang, banyak ventilator yang didatangkan langsung secara impor. Karenanya harga ventilator sangat mahal. Maka dengan adanya inovasi dari dalam negeri, beberapa pihak membuat ventilator yang harganya lebih terjangkau.

"Kita ketahui beberapa alat untuk swab tes dari luar negeri itu yang berbentuk sederhana bisa dibuat di dalam negeri. Dengan pandemi ini, semua bisa dibuat di Indonesia," ujar dia dalam program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (17/2/2021).

Ditambahkan Bambang, pihaknya mendorong para peneliti dan akademisi di Tanah Air untuk melahirkan inovasi baru untuk substitusi impor sehingga mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap impor.

"Jadi kegiatan riset dan pengembangan ini diharapkan mengganti substitusi impor dengan alat dan pendekatan yang berbeda dengan produk yang diimpor, namun fungsinya sama," ungkap dia.

Dia juga berharap, berbagai produk inovasi ke depan benar-benar dapat meningkatkan daya saing Indonesia. "Dan membawa Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap barang impor," tandas dia. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD