AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Dorong Inovasi Baru, Menristek Berharap Impor Alkes Berkurang

ECONOMIA
Rabu, 17 Februari 2021 16:45 WIB
Bambang berharap dan mendorong semakin banyak peneliti untuk menciptakan teknologi dan inovasi baru guna mengurangi ketergantungan produk alkes impor.
Dorong Inovasi Baru, Menristek Berharap Impor Alkes Berkurang. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Riset Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro, mengungkapkan bahwa sebagian besar alat kesehatan (Alkes) di Indonesia adalah impor, mulai dari teknologi canggih hingga sederhana.

Melihat hal tersebut Bambang berharap dan mendorong semakin banyak peneliti untuk menciptakan teknologi dan inovasi baru guna mengurangi ketergantungan produk alkes impor.

Misalnya, kata Bambang, banyak ventilator yang didatangkan langsung secara impor. Karenanya harga ventilator sangat mahal. Maka dengan adanya inovasi dari dalam negeri, beberapa pihak membuat ventilator yang harganya lebih terjangkau.

"Kita ketahui beberapa alat untuk swab tes dari luar negeri itu yang berbentuk sederhana bisa dibuat di dalam negeri. Dengan pandemi ini, semua bisa dibuat di Indonesia," ujar dia dalam program Special Dialogue IDX Channel, Rabu (17/2/2021).

Ditambahkan Bambang, pihaknya mendorong para peneliti dan akademisi di Tanah Air untuk melahirkan inovasi baru untuk substitusi impor sehingga mengurangi ketergantungan bangsa Indonesia terhadap impor.

"Jadi kegiatan riset dan pengembangan ini diharapkan mengganti substitusi impor dengan alat dan pendekatan yang berbeda dengan produk yang diimpor, namun fungsinya sama," ungkap dia.

Dia juga berharap, berbagai produk inovasi ke depan benar-benar dapat meningkatkan daya saing Indonesia. "Dan membawa Indonesia keluar dari ketergantungan terhadap barang impor," tandas dia. (FHM)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD