AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Kasus Covid-19 Varian Delta Meningkat, Cek Dulu 5 Faktanya

ECONOMIA
Sabtu, 24 Juli 2021 06:48 WIB
Ledakan Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak satu bulan terakhir ini disebabkan oleh pecahnya varian baru Covid-19 yang disebut varian Delta.
Kasus Covid-19 Varian Delta Meningkat, Cek Dulu 5 Faktanya. (Foto: MNC Media)
Kasus Covid-19 Varian Delta Meningkat, Cek Dulu 5 Faktanya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Ledakan Covid-19 yang melanda Tanah Air sejak satu bulan terakhir ini disebabkan oleh pecahnya varian baru Covid-19 yang disebut varian Delta. Varian baru Covid-19 dengan kode genetik B1617.2 ini menyebar luas dari India yang sebelumnya lebih dahulu mengalami ledakan kasus. Varian ini dinilai lebih cepat menular daripada varian sebelumnya, sehingga membuat kasus aktif Covid-19 melonjak drastis. 

Meski saat ini situasi Covid-19 di Indonesia berangsur membaik dengan diterapkannya Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, namun risiko penularan masih berpotensi naik jika masyarakat lengah dan tidak menaati protokol kesehatan yang berlaku. 

Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan dapat memahami informasi terkait dengan varian Delta yang berkontribusi menyebabkan ledakan Covid-19 di Tanah Air. Merangkum dari laman Instagram resmi Komite Percepatan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), @lawancovid19_id, Jumat (23/07/2021), berikut 5 info penting seputar varian Delta: 

1. Sebanyak 95% kasus di Indonesia dalam 3 minggu terakhir adalah varian Delta. Hal ini sempat diungkapkan oleh Ketua Tim WGS SARS-CoV-2 LIPI, Sugiyono Saputra. 

“Jika dilihat dari data GISAID selama 3 minggu terakhir, lebih dari 95% merupakan varian Delta dan sisanya adalah varian Alpha dan varian lokal Indonesia.” 

2. Varian Delta 50% lebih menular dibandingkan varian Alpha. Padahal varian Alpha sendiri lebih menular 50% dari virus SARS-CoV-2 yang pertama. Lingkungan tanpa penanganan Covid-19 (Seperti tidak mengenakan masker atau melakukan vaksinasi) 

Satu orang terinfeksi Covid-19 dari strain pertama, rata-rata menginfeksi 2,5 orang lain. Kemudian, satu orang terinfeksi Covid-19 varian Delta, rata-rata menginfeksi 3,5 - 4 orang lain. 

3. Varian Delta lebih cepat menyebar sehingga meningkatkan risiko kematian. Varian delta yang menyebar lebih cepat membuat jumlah kasus Covid-19 meningkat dengan cepat. Alhasil kebutuhan perawatan di rumah sakit meningkat dan membuat beban meningkat pada sistem layanan kesehatam. Hasilnya, menimbulkan risiko kematian yang lebih tinggi karena tidak mendapatkan penanganan yang optimal. 

4. Orang yang tidak divaksinasi memiliki risiko lebih tinggi. Sebuah riset awal dari Skotlandia menunjukkan varian Delta dua kali lebih mungkin menyebabkan rawat inap daripada varian Alpha pada orang yang belum divaksinasi. Oleh sebab itu, segeralah vaksinasi dan jangan menunda-nunda. 

5. Protokol kesehatan 3M masih ampuh melawan varian Delta. Penyebaran utama virus penyebab Covid-19 melalui droplet. Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun di air mengalir masih ampuh menghindarkan seseorang dari penularan Covid-19. Jadi pastikan disiplin dan konsisten menerapkan 3M. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD