AALI
10025
ABBA
410
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1335
ACST
244
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1070
ADMF
7725
ADMG
212
ADRO
1715
AGAR
334
AGII
1500
AGRO
2190
AGRO-R
0
AGRS
181
AHAP
67
AIMS
480
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3990
AKSI
418
ALDO
1010
ALKA
0
ALMI
246
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.79
0.08%
+0.39
IHSG
6635.53
0.41%
+27.24
LQ45
951.82
0.12%
+1.14
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,228
Emas
818,411 / gram

KPK Dukung Rencana Penyimpanan Barang Gratifikasi Jokowi Rp8,7 M di Museum

ECONOMIA
Senin, 15 Februari 2021 19:25 WIB
KPK menyambut baik rencana Sekretariat Presiden untuk menyimpan barang-barang gratifikasi yang pernah dilaporkan Presiden Jokowi di Museum Gratifikasi.
KPK Dukung Rencana Penyimpanan Barang Gratifikasi Jokowi Rp8,7 M di Museum (FOTO: MNC Media)
KPK Dukung Rencana Penyimpanan Barang Gratifikasi Jokowi Rp8,7 M di Museum (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyambut baik rencana Sekretariat Presiden untuk menyimpan barang-barang gratifikasi yang pernah dilaporkan Presiden Jokowi di Museum Gratifikasi. Nantinya museum tersebut akan dibangun untuk tempat pembelajaran.

"KPK mengapresiasi rencana Sekretariat Presiden untuk menyimpan barang-barang gratifikasi yang pernah dilaporkan Presiden Jokowi di Museum Gratifikasi yang akan dibangun sebagai sebuah pembelajaran,” ujar Plt Juru bicara KPK Ipi Maryati dalam keterangannya, Senin (15/2/2021).

Sebelumnya, KPK telah menyerahkan 12 item barang gratifikasi senilai Rp8,7 Miliar kepada Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan pada Selasa, 9 Februari 2021 bertempat di Kantor Kasetpres. 

Ke-12 barang tersebut, yaitu 1 buah lukisan bergambar Ka’bah, 1 kalung dengan taksiran emas 18 (delapan belas) karat,1 buah gelang dengan taksiran emas 18 (delapan belas) karat, 1 pasang anting dengan taksiran emas 18 (delapan belas) karat, 1 buah cincin dengan taksiran emas 18 (delapan belas) karat, 1 buah jam tangan Bovet AIEB001.

Lalu 1 buah cincin bermata blue saphire 12,46 karat, Cufflink bermata blue sapphire 6,63 karat dan 8,01 karat, 1 buah pulpen berhias berlian 17,57 karat, Tasbih berbahan batu mulia (berlian dan blue sapphire), 2 buah minyak wangi, dan 1 set Al Quran.

Barang-barang tersebut diterima oleh Presiden Jokowi dari Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dalam kunjungan kerja Presiden ke Arab Saudi pada tanggal 15 Mei 2019. 

"Melalui surat Keputusan Nomor 1527 Tahun 2020 tanggal 27 Oktober 2020 KPK memutuskan ke-12 barang tersebut ditetapkan menjadi milik negara," kata Ipi.

Atas alasan keamanan barang-barang tersebut tidak dibawa ke KPK tetapi tetap di Kantor Setpres selama KPK dan tim appraisal melakukan penilaian atas barang-barang tersebut, yang kemudian dilakukan klarifikasi, analisa dan proses serah terima dari KPK kepada DJKN.

Lebih lanjut, untuk mewujudkan rencana penyimpanan barang-barang tersebut di museum, maka Setneg sebagai Satker akan mengajukan Penetapan Status Penggunaan (PSP) kepada Kemenkeu atas ke-12 barang tersebut.

"PSP juga akan diajukan atas barang-barang yang pernah dilaporkan ke KPK di tahun 2017 oleh Presiden Jokowi dan beberapa pejabat lainnya dari Raja Salman yang nilainya mencapai Rp108 Miliar," ungkapnya.  (Raka Dwi Novianto/Sindonews)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD