AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Penipuan Ponzi Terbesar, Kisah Bernie Madoff Rugikan Klien USD65 Miliar

ECONOMIA
Minggu, 15 Agustus 2021 12:06 WIB
Penipuan ponzi terbesar di dunia, tidak lain dan tidak bukan adalah skema penipuan ponzi oleh Bernie Madoff.
Penipuan Ponzi Terbesar, Kisah Bernie Madoff Rugikan Klien USD65 Miliar. (Foto: Penipuan Ponzi Terbesar)
Penipuan Ponzi Terbesar, Kisah Bernie Madoff Rugikan Klien USD65 Miliar. (Foto: Penipuan Ponzi Terbesar)

IDXChannelPenipuan ponzi terbesar di dunia, tidak lain dan tidak bukan adalah skema penipuan ponzi oleh Bernie Madoff. Dengan nama asli Bernard L. Madoff, dikenal sebagai penipu yang merugikan kliennya sampai USD65 miliar selama bertahun-tahun.

Dengan mendirikan sekuritas Bernard L. Madof Investment Securities, korban penipuan Madoff mencakup individu, badan amal, badan dana pensiun, hingga hedge fund atau pengelola investasi.

Dilansir dari Time, Minggu (15/8/2021), Madoff adalah seorang lulusan Hostra University yang mendalami studi ilmu politik. Setelah lulus, Madoff melanjutkan studinya dan mengambil kelas singkat tentang hukum.

Berbekal pengetahuan uang yang didapat dari pekerjaannya kala itu, sebagai penjaga pantai, pria yang akrab disapa Bernie Madoff mendirikan perusahaan bernama Bernard L Madoff Investment Securities LCC di tahun 1960. Perusahaan yang dibuatnya itu mampu menarik minat orang-orang kaya untuk berinvestasi.

Dengan perkembangan perusahaan investasi bodongnya yang sangat mulus, selama lebih dari 50 tahun, Bernie Madoff terkenal di Bursa Wall Street sebagai manajer keuangan besar yang mendirikan perusahaan sendiri di usia 22 tahun. Madoff juga diangkat sebagai ketua non-eksekutif Nasdaq pada tahun 1990.

Untuk diketahui, cara kerja investasi skema ponzi sendiri ini dengan menjanjikan imbal hasil menggiurkan jika investor berhasil mengajak orang lain untuk bergabung. Kemudian investor lama akan dibayar dengan pemasukan dari investor baru, dan begitupun seterusnya sampai tidak ada lagi investor baru.

Pada kasus Bernie Madoff, dia membuat geger dunia dengan pembobolan skema ponzi selama bertahun-tahun melakukan praktik gali lubang tutup lubang investasi nasabahnya.

Pada tahun 1992, kecurangan Madoff mulai terendus, namun Madoff selalu menepis. Hingga pada krisis ekonomi di AS tahun 2008 membuat Madoff tidak bisa lagi membayar nasabahnya, maka terbongkarlah skema ponzi yang dilakukan selama ini.

Madoff resmi ditangkap pada 11 Desember 2008, dimana Madoff sebelumnya telah mengaku pada kedua anaknya, Mark dan Andrew, bahwa bisnis yang dijalaninya adalah kebohongan semata. Kemudian kedua anak Madoff lah yang melaporkan ayahnya pada pihak kepolisian.

“Saya percaya ketika saya memulai masalah ini, tindak kriminal ini, akan menjadi sesuatu yang saya bisa cari jalan keluarnya, tapi kemudian menjadi tidak mungkin. Semakin keras saya berusaha, semakin dalam saya membenamkan diri di lubang,” ungkap Madoff saat di pengadilan, dikutip dari Reuters, Minggu (15/8/2021).

Pria kelahiran Queens, New York, tahun 1938 itu, akhirnya dijatuhi hukuman oleh dewan juri pada tahun 2009. Dirinya ditahan di penjara federal Butner, North Carolina, selama 150 tahun hukuman.

Saat ini, Biro penjara Federal AS (FBP) mengatakan bahwa penipu skema pozi terbesar, Bernie Madoff, tutup usia pada 15 April 2021, dengan umurnya yang menginjak 82 tahun.

Disebutkan bahwa penyebab kematiannya tidak diungkapkan, namun Madoff diketahui mengidap penyakit gagal ginjal dengan umurnya yang tersisa 18 bulan. Atas alasan itu, Madoff sempat mengajukan pembebasan lebih awal pada Februari 2020. Namun tentu saja ajuan tersebut ditolak oleh kejaksaan AS mengingat kejahatannya yang sangat luas. (Firda)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD