AALI
9900
ABBA
404
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1235
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2880
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1810
AGAR
340
AGII
1510
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
66
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
970
AKRA
4170
AKSI
426
ALDO
1060
ALKA
242
ALMI
246
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.01
1.57%
+7.81
IHSG
6556.22
0.75%
+48.54
LQ45
944.99
1.44%
+13.45
HSI
23695.09
0.15%
+36.17
N225
27778.71
-0.56%
-156.91
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,365
Emas
822,218 / gram

Suzuki Indomobil Optimis Pajak Nol Persen Bisa Dongkrak Penjualan

ECONOMIA
Selasa, 16 Februari 2021 20:30 WIB
Kebijakan yang diambil pemerintah dengan menerapkan pajak nol persen untuk setiap pembelian mobil meraih reaksi positif dari para produsen.
Suzuki Indomobil Optimis Pajak Nol Persen Bisa Dongkrak Penjualan. (Foto: MNC Media)
Suzuki Indomobil Optimis Pajak Nol Persen Bisa Dongkrak Penjualan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kebijakan yang diambil pemerintah dengan menerapkan pajak nol persen untuk setiap pembelian mobil meraih reaksi positif dari para produsen. Tidak ketinggalan, PT Suzuki Indomobil Sales juga mengaku senang dengan langkah tersebut.

Saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Suzuki Indomobil mengaku optimis kebijakan tersebut dapat mendongkrak penjualan. Sebab, industri otomotif sempat lesu akibat pandemi Covid-19 yang berlangsung sepanjang 2020 lalu.

"Alhamdulilah, kami mengapresiasi langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah. Kami yakin, optimis dapat mendongkrak penjualan di bulan Maret," kata 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), Donny Saputra, kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (16/2/2021)

Donny mengatakan, kebijakan ini akan memberikan stimulus kepada konsumen untuk melakukan pembelian. Sebab, di tengah pandemi ini ekonomi sedang turun.

"Stimulus ini kami yakin bisa mendorong penjualan karena adanya potongan harga," terangnya

Namun, Donny belum bisa membeberkan besar harga dari relaksasi tersebut. Sebab, mereka masih menunggu aturan pasti dari kebijakan itu.

"Kami masih bisa memberikan rincian harga dari produk kami karena masih menunggu aturan pastinya seperti apa" ujarnya

Senada dengan Donny, Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM), Anton Jimmi Suwandy, belum bisa membeberkan rincian harga jika produknya mendapatkan PPnBM.

"Ya kami sudah baca infonya di beberapa media ya, sebagai pelaku industri tentu kita ikuti aturan dan arahan pemerintah, apalagi untuk industri dan untuk masyarakat yang butuh mobilitas. Saat ini kita lagi tunggu detail teknisnya sambil dipelajari, nanti kalau sudah fix kami kabari lebih jauh ya," kata Anton. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD