sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

YouTube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru

Economia editor Ibnu Hariyanto
19/06/2026 21:14 WIB
Kini masyarakat lebih suka mencari informasi berita melalui platform digital yang menawarkan audiovisual ketimbang membaca di situs atau website berita.
YouTube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru
YouTube dan Perkembangan Media di Era Digital: Dari Platform Hiburan Jadi Sumber Pendapatan Baru

Tak hanya sebagai sarana memperluas distribusi informasi, YouTube juga memberikan kesempatan bagi media untuk menjangkau audiens yang sebelumnya sulit diakses dengan siaran televisi maupun naskah teks.

Sebab saat ini, audiens khususnya generasi muda lebih suka menggunakan perangkat digital dan cenderung mengonsumsi berita melalui platform video pendek maupun video on demand. Untuk itu, kehadiran media pada platform digital menjadi kebutuhan strategis untuk mempertahankan keberlanjutan bisnis media.

YouTube sebagai Ekosistem Media Baru

Pendapat Burgess dan Green (2018) dalam bukunya "YouTube: Online Video and Participatory Culture" mendefinisikan YouTube tak hanya sekadar platform distribusi video, melainkan sebagai ruang publik digital yang memungkinkan terjadinya partisipasi budaya secara masif.

YouTube memiliki karakteristik yang unik karena memadukan elemen siaran (broadcasting) dengan fitur interaksi. Elemen ini yang menjadikan YouTube berbeda dari media TV dan media online.

Selain itu, dalam sudut pandang ekonomi media, YouTube menawarkan model bisnis yang secara fundamental berbeda dari media konvensional. Melalui program YouTube Partner Program (YPP), kreator konten dapat menghasilkan pendapatan melalui berbagai saluran seperti iklan tayangan (AdSense), keanggotaan kanal, fitur Super Chat dalam siaran langsung, merchandise, serta integrasi dengan layanan berlangganan YouTube Premium.

Menurut pandangan Cunningham dan Craig (2019), pendekatan multi-stream revenue ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh media tradisional. Pendapat itu diperkuat oleh penelitian oleh Syahputra (2021) yang mengungkapkan saluran berita berbasis YouTube di Indonesia bertumbuh signifikan saat periode pandemi COVID-19.

Temuan itu membuktikan bahwa situasi krisis justru mempercepat migrasi audiens dari media konvensional ke platform digital.

Beberapa perusahaan media besar di Indonesia belakangan ini sudah mulai bertransformasi ke arah digital. Banyak media mulai mengunakan YouTube sebagai sarana memperluas distrubusi konten. Bahkan tak jarang perusahaan media juga membangun sistem multiplatform mulai dari televisi, portal berita hingga platform audiovisual seperti Instagram hingga YouTube.

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement