IDXChannel - BPP Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengakui adanya kerugian finansial imbas kasus pemalsuan data elektronik di 320 hotel. Aksi tindak pidana ini dilakukan pihak eksternal dengan mengubah data atau informasi hotel di dalam platform Google Bisnis.
Ketua Umum BPP PHRI Hariyadi BS Sukamdani mengungkapkan, ada sejumlah calon tamu yang telah melakukan transfer uang ke pelaku saat proses reservasi berlangsung. Namun, dia tidak merinci nominal kerugian sejumlah tamu tersebut atas kejadian ini.
“Ada kerugian, tapi tidak besar (puluhan hingga ratusan juta Rupiah),” ujar Hariyadi saat konferensi pers, di Jakarta Selatan, Senin (12/8/2024).
Kerugian yang menimpa sejumlah calon tamu hotel tersebut, jelas dia, mengacu pada sepuluh hotel di Jawa Tengah yang mengalami pemalsuan data. Dari sepuluh hotel tersebut, sebagian calon tamu sudah mengirimkan pembayaran ke rekening pelaku kejahatan.