AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

90 Persen Pengangguran di Sumedang di Dominasi Lulusan SMA/SMK

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Rabu, 05 Januari 2022 09:46 WIB
Kabupaten Sumedang tengah menghadapi masalah besar yakni tingginya tingkat pengangguran yang di dominasi lulusan SMA/SMK.
90 Persen Pengangguran di Sumedang di Dominasi Lulusan SMA/SMK (FOTO: MNC Media)
90 Persen Pengangguran di Sumedang di Dominasi Lulusan SMA/SMK (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kabupaten Sumedang tengah menghadapi masalah besar yakni tingginya tingkat pengangguran yang di dominasi lulusan SMA/SMK. Apalagi tingkat kemiskinan di Kabupaten Sumedang mencapai 10,71 persen.

"PR besar yang dihadapi Sumedang saat ini adalah 90 persen pengangguran di Sumedang merupakan pencari kerja muda yang didominasi lulusan SMK dan SMA," ungkap Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir melalui keterangan resminya, Selasa (4/1/2022) malam. 

Menurut Dony, untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya menjadikan penanganan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebagai salah satu program prioritas di tahun 2022.

Meski begitu, lanjut Dony, berdasarkan data TPT tahun 2021 dan pertumbuhannya di 27 kabupaten/kota di Jabar, Sumedang masih berada dalam kuadran terbaik karena capaian TPT dan penurunannya lebih baik dari kabupaten/kota di Jabar. 

"Berdasarkan Data Sakernas tahun 2020, TPT Sumedang 9,18 persen atau lebih rendah dari Provinsi Jabar yang mencapai 9,82 persen. Adapun penurunan TPT Sumedang sebesar 7,18 persen atau  lebih tinggi dari Provinsi Jabar sebesar 6,12 persen," papar Dony. 

Lebih lanjut Dony mengatakan, program prioritas lainnya yang akan dicapai pada 2022, yakni indeks pembangunan manusia (IPM), angka kemiskinan, laju pertumbuhan ekonomi, gini ratio, dan produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita yang semuanya harus dilakukan secara lebih progresif.

Berdasarkan analisa indikator makro, kata Dony, peringkat capaian IPM Sumedang berada di posisi ke-12 dari 27 kabupaten/kota se-Jabar. Namun demikian, pertumbuhannya baru 0,22 persen. Hal ini disebabkan antara lain oleh masih rendahnya peningkatan indeks pendidikan (RLS dan HLS).

"Kemudian, tingkat pertumbuhan kemiskinan di Sumedang 4,4 persen atau lebih rendah dari Provinsi Jabar yang mencapai 6,6 persen. Jumlah penduduk miskin pada tahun 2021 di Jabar sekitar 4,2 juta jiwa yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan jika dirata-ratakan sekitar 155.000 jiwa," terangnya. 

Meskipun tingkat kemiskinan di Kabupaten  Sumedang mencapai 10,71 persen atau berada di atas Jabar yang mencapai 8,40 persen, namun dari jumlah penduduk miskin tidak melebihi rata-rata Jabar.

"Khusus mengenai pertumbuhan ekonomi dan PDRB per kapita, Kabupaten Sumedang termasuk yang mengalami kontraksi, namun tidak sedalam Provinsi Jabar dan relatif lebih baik dari kabupaten/kota lain yang terdampak cukup parah akibat pandemi COVID-19," sebut Dony. 

Terakhir, tambah Doni, gini ratio Sumedang tahun 2021 mengalami penurunan, baik di perkotaan maupun perdesaan karena meningkatnya proporsi pengeluaran penduduk 40 persen terbawah dan menurunnya proporsi kelas atas dan menengah. 

Dony menyatakan, Pemkab Sumedang berkomitmen memberikan pelayanan lebih berkualitas dan cepat (melesat) dalam rangka mengakselerasi Visi Sumedang Simpati 2023 yang kini memasuki tahun ketiga.

Sejatinya, kata Dony, efektivitas waktu untuk mewujudkannya tinggal satu tahun lagi. Pasalnya, 2023 mendatang sudah masuk dalam tahun politik, sehingga tahun 2022 menjadi jembatan terakhir dan penentu dalam rangka mewujudkan visi tersebut.

"Tentu saja, hal itu tidak semudah seperti membalikkan telapak tangan. Diperlukan strategi dan tindakan yang konkret, terukur dan komprehensif serta extra ordinary effort dari seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sumedang," katanya. 

Oleh karenanya, demi sebuah perubahan, aparatur sipil negara (ASN) Sumedang harus memiliki karakter pemimpin transformasional yang visioner, inspiratif, mampu beradaptasi, berpikiran terbuka, dan progresif dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Dengan kata lain, dari sisi kualitas outcomes harus jelas, benefit harus terasa dan impactnya harus lebih signifikan. Begitu juga dari sisi kecepatan, tentu pembangunnya harus lebih cepat, pelayanan harus lebih proaktif, dan pemberdayaannya bisa lebih akseleratif," tandasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD