AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Ada Kementerian Investasi, Pengamat Sebut Tak Jamin Investor "Serbu" RI

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Senin, 12 April 2021 17:38 WIB
Pembentukan Kementerian Investasi yang telah disetujui DPR tidak menjadi jaminan investasi di Indonesia akan melonjak.
Ada Kementerian Investasi, Pengamat Sebut Tak Jamin Investor "Serbu" RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pembentukan Kementerian Investasi yang telah disetujui DPR tidak menjadi jaminan investasi di Indonesia akan melonjak. Pasalnya, masih banyak hambatan dalam berinvestasi di Indonesia, mulai dari pungli hingga mahalnya biaya logistik.

Ekonom Indef, Bhima Yudhistira Adhinegara mencatat, hambatan utama investasi di Indonesia saat ini perihal kondisi di lapangan. Dia mencontohkan seperti mahalnya biaya logistik, infrastruktur yang tidak terintegrasi, perkara pungutan liar (pungli), hingga kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang dibutuhkan industri.

"Disini bottleneck atau hambatannya ada di lapangan, misalnya soal biaya logistik mahal, infrastruktur tidak terintegrasi, sampai ke pungli dan kurangnya sdm yang dibutuhkan industri. Jadi ga ada jaminan investasi naik signifikan pasca jadi kementerian," ujar Bhima saat dihubungi, Senin (12/4/2021). 

Dalam catatannya, masalahnya investasi bukan saja strategi menggaet calon investor lewat promosi, tapi yang terpenting adalah followup dari komitmen ke realisasi investasi itu sendiri. 

Disisi lain, keberadaan kementerian baru Justru membuat pemerintah menggelontorkan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dengan nilai jumbo untuk mendorong capital expenditure (Capex) dan Operating Expenditure (Opex). 

Meski begitu, dia tidak menafikan bahwa nilai investasi akan mengalir ke Indonesia melalui realisasi Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja (Omnibus Law). Perihal ini, pemerintah dianggap tidak percaya diri. 

Bhima berkeyakinan kalau Kementerian Investasi merupakan hasil pembaharuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Pembaharuan ini mengindikasikan jika pemerintah tidak cukup percaya diri terhadap posisi BKPM untuk menggaet para investor. 

"Kalau pemerintah pede bisa datangkan investasi harusnya yang ditindaklanjuti adalah UU Cipta Kerja itu. Artinya ini kan pemerintah kurang pede dengan UU Cipta Kerja, jadi BKPM seakan di upgrade. Sebetulnya BKPM-kan sudah setara kementerian jadi buat apa jadi kementerian?," katanya. 

Pendirian Kementerian Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja sendiri dipandang perlu agar perhatian pemerintah terhadap menciptakan investasi yang berkualitas, khususnya yang mampu menciptakan lapangan kerja bisa dimaksimalkan. 
Sejatinya investasi yang masuk ke Indonesia harus mempertimbangkan faktor investasi yang berkualitas. Sebab, di tengah era disrupsi teknologi ini, dikhawatirkan akan menyingkirkan peran manusia sebagai bagian dari proses produksi.

Presiden Jokowi sebelumnya telah menyampaikan Surat Presiden Nomor R-14/Pres/03/2021 Perihal Pertimbangan Pengubahan Kementerian. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pun telah membahasnya dalam rapat konsultasi pengganti Badan Musyawarah pada 8 April 2021 dan menyepakati dua poin keputusan, hingga menyetujuinnya dalam sidang paripurna beberapa waktu lalu. 

Asapun poin keputusan adalah pertama  penggabungan sebagian tugas dan fungsi Kementerian Riset dan Teknologi ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sehingga, nomenklaturnya berubah menjadi Kemendikbud dan Ristek. Kedua, pembentukan Kementerian Investasi untuk meningkatkan investasi dan penciptaan lapangan pekerjaan. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD