“Kalau saya melihat, proyek WtE ini juga harus melibatkan sektor-sektor pelaku yang sudah ada. Harapannya bisa bersinergi dengan pelaku yang selama ini sudah bergerak di bidang pengelolaan sampah sehingga mereka tidak tersingkirkan. Keterlibatan para pihak terkait ini menjadi upaya memastikan tata kelola berjalan,” katanya.
Edy menambahkan, pelibatan seluruh pemangku kepentingan akan menjadi faktor penting untuk memastikan proyek WtE di Bali dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang merata. Kelompok pemulung, misalnya, dapat diberdayakan dalam proses pemilahan sampah sebelum memasuki fasilitas pengolahan sehingga transformasi pengelolaan sampah tidak menghilangkan sumber penghidupan yang telah ada.
Denera menargetkan pembukaan hingga 1.200 lapangan kerja hijau untuk proyek PSEL Bali dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal. Penyerapan ini mencakup sekitar 500-1.000 pekerja pada masa konstruksi dan 200 pekerja saat fasilitas PSEL beroperasi.
(NIA DEVIYANA)