Ada dua komponen utama dalam intervensi ADB. Pertama, dukungan anggaran yang disalurkan dengan cepat untuk membantu negara-negara anggota yang menghadapi tekanan fiskal yang meningkat, terutama penggunaan fasilitas dukungan kontrasiklus bank untuk membantu menstabilkan perekonomian dan memitigasi dampak guncangan terhadap kehidupan dan mata pencaharian yang paling berisiko.
Kedua, Program Pembiayaan Perdagangan dan Rantai Pasokan (TSCFP) ADB, yang mendukung sektor swasta memastikan impor penting, termasuk energi dan pangan, tetap mengalir.
ADB telah memulai pembicaraan dengan semua negara anggota yang terkena dampak parah dan akan terus bekerja sama erat dengan pemerintah, mitra pembangunan, serta sektor swasta untuk memastikan respons yang terkoordinasi.
"ADB juga telah memutuskan untuk mengaktifkan kembali dukungan untuk impor minyak di bawah program ini untuk periode terbatas ini," kata Masato.
(NIA DEVIYANA)