AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Ahli Biologi Molekuler Bantah GeNose Tak Efektif Deteksi Covid-19

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Selasa, 22 Juni 2021 15:31 WIB
Efektivitas GeNose banyak dipertanyakan ketika angka covid-19 melonjak di berbagai daerah. Namun, hal tersebut dinilai hanya bentuk opini semata.
Ahli Biologi Molekuler Bantah GeNose Tak Efektif Deteksi Covid-19 (FOTO: MNC Media)
Ahli Biologi Molekuler Bantah GeNose Tak Efektif Deteksi Covid-19 (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Efektivitas GeNose banyak dipertanyakan ketika angka covid-19 melonjak di berbagai daerah. Namun, hal tersebut dinilai hanya bentuk opini semata.

Pakar Biologi Molekuler, Ahmad Utomo angkat suara terkait keraguan akan efektivitas GeNose dalam mendeteksi covid-19.

Ia menilai GeNose kemungkinan bisa menjadi dalang  dari kenaikan kasus Covid-19 di Tanah Air, karena tidak bisa akurat dalam mendeteksi kasus positif bagi para pelaku perjalanan yang menggunakan moda transportasi. Ia pun pemerintah untuk melakukan penghentian sementara terkait penggunaan GeNose. 

Hingga saat ini belum ada klarifikasi maupun pernyataan resmi dari pihak berwenang maupun terkait dengan GeNose. Menanggapi kasus ini, Influencer Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i pun memberikan tanggapannya terkait kasus GeNose di Tanah Air. 

“Jadi ini adalah opini publik, kejadian di publik yang tidak bisa kita elakkan apapun itu. Tidak hanya GeNose, PCR pun juga begitu. Ada 2.900 orang di luar negeri, di Indonesia PCR negatif tapi tapi nyatanya positif, setelah dikarantina 5 hari. Tapi bukan berarti PCR nya ngaco, tapi ada proses interpretasi yang harus dipahami orang dalam pemahaman ini,” terang dr. Fajri, saat diwawancarai, Selasa (22/6/2021). 

Lebih lanjut, dr. Fajri mengatakan bahwa dirinya membutuhkan data yang jelas dan lengkap untuk bisa menginterpretasikan kasus terkait GeNose. Kasus ini masih menunggu tanggapan dari regulator Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) atau mungkin lembaga lain yang lebih berwenang. 

“Kalau Pak Ahmad bilang GeNose harus di stop, ya itu opini beliau. Kalau saya, butuh data lebih lanjut untuk bisa menilai bagaimana sebenarnya. Selama tidak ada data dan klarifikasi bagaimana kita bisa menilai efikasi dan elemen yang terkait GeNose ini,” tuntasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD