Menurutnya, pengembangan PLTS di kawasan industri menjadi fondasi awal dalam membangun ekosistem industri hijau. Sebagai pusat aktivitas manufaktur dan konsumsi energi berskala besar, kawasan industri memegang peran strategis dalam menurunkan emisi operasional sekaligus menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.
Laporan Center for Global Sustainability mencatat, sedikitnya 21 kawasan industri di Indonesia telah menggunakan atau merencanakan pemanfaatan PLTS sebagai bagian dari strategi energi bersih. Salah satu implementasi yang berkembang terlihat di Kawasan Industri Jababeka.
Di kawasan tersebut, SUN mengembangkan PLTS dengan kapasitas total 1,8 megawatt (MW) yang dimanfaatkan oleh tenant lintas sektor, mulai dari industri material bangunan, komponen otomotif, farmasi, laboratorium inspeksi, hingga industri kemasan. Model ini dinilai berpotensi menjadi pilot project bagi pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.
Selain pengembangan PLTS, elektrifikasi transportasi logistik dan operasional kawasan industri juga menjadi elemen penting dalam dekarbonisasi.