AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7625
ADHI
825
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.56
-0.72%
-3.90
IHSG
6978.04
-0.54%
-38.02
LQ45
1003.55
-0.71%
-7.19
HSI
21999.91
-1.03%
-229.61
N225
26830.69
-0.15%
-40.58
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
868,113 / gram

Ancam Generasi Muda, BPOM AS Tarik Semua Produk Rokok Elektrik

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 24 Juni 2022 15:18 WIB
Keberadaan rokok elektrik dianggap bisa merusak generasi muda di Amerika Serikat secara khusus
Ancam Generasi Muda, BPOM AS Tarik Semua Produk Rokok Elektrik (FOTO:MNC Media)
Ancam Generasi Muda, BPOM AS Tarik Semua Produk Rokok Elektrik (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menarik semua produk rokok elektrik JUUL di pasaran.

Hal ini sebagai upaya tindak lanjut dari peredaran 'rokok alternatif' tersebut yang mengancam generasi muda

Keberadaan rokok elektrik dianggap bisa merusak generasi muda di Amerika Serikat secara khusus, karena rokok jenis tersebut dinilai tetap menyebabkan kecanduan dan memengaruhi kesehatan. Hal tersebut pun dibenarkan oleh laporan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Februari 2020. 

Dalam pernyataannya, WHO menerangkan kalau secara global terdapat 1,1 miliar perokok dewasa yang mana 60 persen di antaranya ingin atau berniat berhenti. Mereka kebanyakan menggunakan rokok elektrik sebagai cara untuk berhenti menghisap rokok konvensional, tapi sayangnya bukti ilmiah masih belum meyakinkan mengenai manfaat dari rokok elektrik tersebut. 

Terlebih, banyak bukti yang menerangkan bahwa rokok elektrik punya efek buruk yang tak jauh berbeda dengan rokok konvensional. Salah satu aspek penilaiannya ada ada aerosol rokok elektrik yang tetap mengandung bahan kimia beracun, termasuk nikotin dan zat yang dipercaya menyebabkan kanker. 

"Rokok elektrik sendiri dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan gangguan paru-paru, serta efek buruk pada perkembangan janin selama kehamilan," terang laporan WHO, dikutip MNC Portal, Jumat (24/6/2022).

Karena punya efek buruk tersebut, WHO mengimbau kepada setiap negara untuk mengatur keberadaannya secara ketat dan yang paling penting rokok elektrik ini harus dijauhkan dari anak-anak. 

"Nikotin sangat adiktif dan ditemukan di sebagian besar rokok elektrik. Ini memberi bukti bahwa baik rokok konvensional maupun rokok elektrik menimbulkan risiko bagi kesehatan dan pilihan teraman adalah tidak mengonsumsi kedua jenis rokok tersebut," tegas WHO. 

Salah satu alasan FDA menarik semua peredaran JUUL di pasaran adalah rokok elektrik tersebut diduga banyak dikonsumsi anak-anak dan remaja. Terlebih karena menawarkan rasa mangga dan creme yang mana dua rasa itu akhirnya ditarik dari pasaran menjawab permintaan masyarakat. 

WHO pun punya pandangan yang tegas terhadap risiko rokok elektrik ini dapat dijangkau oleh anak-anak. Bahkan, data WHO menjelaskan bahwa semakin banyak anak-anak dan remaja yang menggunakan rokok jenis itu di beberapa negara. 

"Mengekspos anak-anak dan remaja soal nikotin dapat memiliki efek merusak yang bertahan lama pada perkembangan otak dan menyebabkan kecanduan nikotin," ungkap WHO. 

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD