Menurut dia, peningkatan realisasi belanja Kemenhan terutama berasal dari pos belanja modal di bawah Bagian Anggaran Kementerian Pertahanan yang digunakan untuk pengadaan sarana pertahanan strategis.
Selain Kemenhan, fleksibilitas anggaran juga dimanfaatkan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) untuk menopang kebutuhan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Awalil menilai, pola tersebut menunjukkan bahwa posisi institusi dengan alokasi anggaran terbesar belum tentu sama dengan institusi dengan realisasi belanja terbesar.
Dengan mempertimbangkan tren penyerapan BGN yang masih berada di bawah pagunya serta tingginya realisasi belanja Kemenhan dalam beberapa tahun terakhir, Awalil memperkirakan Kemenhan berpotensi kembali menjadi institusi dengan realisasi belanja terbesar pada 2027.
"Dengan demikian, Kementerian Pertahanan merupakan institusi yang belanjanya paling besar pada 2025 dan 2026. Meski sementara dialokasikan RAPBN 2027 sebagai urutan kedua, kemungkinan besar pada realisasinya nanti akan kembali menjadi urutan pertama lagi," kata Awalil.
(DESI ANGRIANI)