Kefas memperkirakan terdapat beberapa skenario pemangkasan anggaran MBG 2026.
Dalam skenario pertama, pemerintah mempertahankan anggaran saat ini sebesar Rp228,4 triliun tanpa perubahan jumlah penerima manfaat.
Skenario kedua adalah membatasi penerima non-pelajar hanya untuk ibu hamil, dengan perkiraan jumlah sekitar 5 juta orang per tahun.
Langkah ini diperkirakan dapat mengurangi penerima hingga 9,3 juta orang menjadi sekitar 53,9 juta penerima, sehingga anggaran MBG turun menjadi sekitar Rp197 triliun.
Sementara skenario ketiga mempertahankan kelompok penerima non-pelajar karena masih mencakup bayi baru lahir, ibu menyusui, serta balita rentan, tetapi memangkas sekitar 8 juta siswa dari kelompok ekonomi tinggi. Dengan skenario ini, jumlah penerima diperkirakan turun menjadi 55,2 juta orang dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp199,3 triliun.
Menurut Kefas, pemangkasan anggaran MBG akan berdampak terbatas terhadap pertumbuhan ekonomi. Berdasarkan sejumlah kajian sebelumnya, setiap tambahan belanja MBG Rp100 triliun diperkirakan hanya meningkatkan pertumbuhan ekonomi sekitar 0,1 poin persentase.