Dengan demikian, pemotongan anggaran sebesar Rp39,7 triliun hingga Rp68 triliun untuk mencapai target di bawah Rp200 triliun diperkirakan hanya mengurangi pertumbuhan ekonomi sekitar 0,04–0,07 poin persentase.
Di sisi lain, pemerintah berencana meningkatkan bantuan sosial untuk membantu mengurangi dampak penyesuaian anggaran MBG.
Bersama dengan tren penurunan harga minyak dunia, langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi tekanan fiskal dan menjaga defisit anggaran tetap di bawah 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). (Aldo Fernando)