AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemerintah Diminta Perbesar Lokasi Isoman

ECONOMICS
Riezky Maulana
Sabtu, 15 Januari 2022 16:27 WIB
Gejala yang ditimbulkan akibat varian Omicron tidaklah terlalu berat.
Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemerintah Diminta Perbesar Lokasi Isoman (FOTO:MNC Media)
Antisipasi Lonjakan Omicron, Pemerintah Diminta Perbesar Lokasi Isoman (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dalam menghadapi lonjakan gelombang Covid-19 varian Omicron, Ketua PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Daeng M Faqih meminta pemerintah memperbesar tempat isolasi mandiri

Jika penularan kian tinggi, maka dikhawatirkan masyarakat akan berbondong-bondong mencari tempat isolasi.  

"Mungkin penyediaan pelayanan ini agak sedikit dimodifikasi dengan memperbesar isoman-isoman terpadu untuk menampung masyarakat yang dikhawatirkan saat penularan besar terdorong ingin menjadi cari tempat pelayanan," ujar Daeng di webinar MNC Trijyaa FM, Sabtu (15/1/2022).  

Dia pun mengaku bahwa, gejala yang ditimbulkan akibat varian Omicron tidaklah terlalu berat. Kendati demikian, yang harus menjadi perhatian yakni angka kematian dari keterpaparan varian ini tetaplah ada, serta penularan berlangsung lebih cepat.  

Jika hal ini dibiarkan, maka akan menimbulkan kepanikan di tengah-tengah masyarakat. Dari kepanikan itu, kata Daeng, masyarakat memiliki kecenderungan terburu-buru mencari tempat pelayanan kesehatan.  

"Kalau terjadi angka sakit yang cukup besar, ini yang dikhawatirkan akan terjadi kepanikan di masyarakat. Itu masyarakat mohon maaf, diminta di rumah saja, kadang-kadang enggak bisa. Jika dia merasa sakit kecenderungannya mencari tempat pelayanan," tuturnya.  

Oleh karenanya, antisipasi untuk penyediaan tempat pelayanan harus tetap dilaksanakan. Nantinya, tempat itu diisi oleh pasien yang memiliki gejala ringan atau orang tanpa gejala (OTG).  

"Tempat isoman-isoman terpadu yang bisa menampung gejala ringan atau tanpa gejala untuk mencegah kepanikan masyarakat mencari tempat pelayanan itu perlu di persiapkan oleh pemerintah," pungkasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD