Kenaikan pendapatan tersebut ditopang oleh penerimaan pajak yang mencapai Rp1.035,7 triliun atau tumbuh 24,6 persen yoy. Sementara itu, penerimaan kepabeanan dan cukai tercatat sebesar Rp152 triliun, naik 3,4 persen, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp271 triliun atau tumbuh 21,6 persen.
Di sisi belanja, realisasi pengeluaran negara mencapai Rp1.656 triliun hingga semester I 2026 atau meningkat 17,8 persen yoy. Anggaran tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.298,6 triliun dan Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp357,4 triliun.
Purbaya menilai kinerja penerimaan dan belanja tersebut menunjukkan APBN masih memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendukung pertumbuhan.
“Dengan kinerja tersebut, kami optimistis APBN akan terus efektif untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Purbaya.
(DESI ANGRIANI)