Dari sisi dunia usaha dan masyarakat, terdapat empat hal yang perlu dimitigasi dengan baik agar ekonomi bisa berjalan baik pada tahun depan. Pertama, adanya pelemahan daya beli masyarakat.
Sampai dengan bulan Desember 2022 ini, pemerintah masih bisa mengintervensi dan menjaga daya beli masyarakat melalui program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dialokasikan melalui APBN. Program ini cenderung tidak bisa dilanjutkan oleh pemerintah, sehingga akan membuat kontraksi dalam kemampuan daya beli masyarakat.
"Padahal daya beli inilah yang menjadi kekuatan konsumsi masyarakat, dan yang menjadi penopang signifikan PDB Indonesia," tambah Ajib.
Kedua, potensi inflasi yang naik dibandingkan kondisi tahun 2022. Inflasi ini secara substantif mengurangi kesejahteraan masyarakat.
Ketiga, pengangguran yang jumlahnya akan semakin naik. Terakhir, kenaikan suku bunga yang cukup tinggi sebagai akibat kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan oleh BI.
Kenaikan suku bunga itu bakal mengatrol cost of fund dari sisi produksi yang menjadi bagian penting Harga Pokok Penjualan (HPP). “Sedangkan dari sisi masyarakat, akan menambah beban untuk kredit konsumsi," ujarnya.
(FRI)