sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

ASEAN Respons Kenaikan Harga Minyak, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Kebijakan

Economics editor Jonathan Simanjuntak
29/03/2026 07:38 WIB
Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan meminta pemerintah untuk menyiapkan langkah cepat serta tepat sasaran merespons kenaikan harga minyak
ASEAN Respons Kenaikan Harga Minyak, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Kebijakan  (FOTO:iNews Media Group)
ASEAN Respons Kenaikan Harga Minyak, DPR Minta Pemerintah Segera Siapkan Kebijakan (FOTO:iNews Media Group)

IDXChannel - Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan meminta pemerintah untuk menyiapkan langkah strategis, cepat dan terukur serta tepat sasaran merespons kenaikan harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik. 

Irsan menyinggung sejumlah negara ASEAN telah melakukan langkah antisipatif terkait hal ini.

Irsan memaparkan negara seperti Filipina, misalnya, telah menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi BBM. Di samping itu, Singapura, Thailand ran Vietnam juga telah mengalami kenaikan harga BBM. 

"Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah," ujar Irsan dalam keterangannya dikutip Minggu (29/3/2026).

Irsan mengatakan perbedaan asumsi harga minyak dalam APBN dan realisasi harga di pasar berpotensi memberikan tekanan terhadap kondisi fiskal negara. Pos subsidi hingga kompensasi energi pun turut disorotnya.

Dengan demikian, pemerintah mempunyai peran penting untuk menjaga stabilitas. Kebijakan tepat dan berkelanjutan baik dari sisi pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, maupun upaya menjaga stabilitas harga energi di dalam negeri menurutnya perlu disiapkan sejak dini.

"Upaya penyiapan langkah yang terukur dan antisipatif diharapkan dapat terus diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga," ujar dia.

Pemerintah ditekankannya perlu menyiapkan berbagai skenario. Hal ini sebab harga energi akan turut memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama terkait daya beli serta potensi tekanan inflasi.

"Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan," katanya.

(kunthi fahmar sandy)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement