Bahlil memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai Kementerian ESDM terkait atas capaian ini, mengingat kondisi harga batu bara dan beberapa komoditas lainnya yang kurang bergairah sepanjang tahun lalu.
Terkait sektor Minyak dan Gas Bumi (Migas), realisasi PNBP SDA Migas yang dicatatkan melalui Kementerian Keuangan mencapai Rp105,04 triliun atau sebesar 83,7 persen dari target Rp125,46 triliun.
Bahlil menjelaskan, tidak tercapainya target PNBP subsektor migas disebabkan oleh faktor harga minyak mentah (ICP) yang jauh di bawah asumsi makro yang ditetapkan pada 2025.
"Saya harus menyampaikan bahwa di dalam asumsi makro APBN kita, harga ICP itu USD82 per barel. Namun kenyataannya rata-rata sejak dari Januari sampai 31 Desember rata-rata harga minyak dunia itu USD68 per barel," katanya.
Meskipun persentasenya belum mencapai target, Bahlil mengatakan, kinerja sektor migas menunjukkan tren positif di mana lifting minyak bumi nasional rata-rata 2025 mencapai 605,3 MBOPD atau 100,05 persen dari target APBN. Capaian lifting ini menjadi catatan bersejarah karena merupakan capaian pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir yang mencapai target APBN.
(Dhera Arizona)