Namun, Bahlil mengatakan, untuk BBM jenis nonsubsidi diperkirakan akan tetap mengikuti fluktuasi harga minyak dunia. Naik atau turunnya harga minyak mentah dunia akan membentuk harga BBM nonsubsidi di pasar.
"Sekalipun ada terjadi kenaikan harga minyak akibat perang Israel, Amerika, dan Iran, tetapi kalau untuk harga BBM yang non subsidi itu memang mekanisme pasar," kata dia.
Bahlil memastikan ketersediaan stok BBM maupun LPG yang cenderung mengalami peningkatan saat periode Lebaran akan terpenuhi optimal. Bahkan, ketersediaan stok energi di dalam negeri diperkirakan mampu sampai 21 hari ke depan.
Dia mengakui, dampak konflik yang terjadi antara Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran menyeret pada harga dan pasokan yang terhambat.