"Memang sejak dahulu, sudah sejak lama, bahwa kemampuan storage kita, daya tampung BBM kita, ini tidak lebih dari 21 hari sampai 25 hari. Itu kemampuan kita," ujar Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil mengaku tengah melakukan penghitungan ulang alokasi anggaran subsidi energi di tengah konflik yang terjadi. Mengingat dampak penutupan selat Hormuz juga menyebabkan Pemerintah mengalihkan impor yang sebelumnya dari Timur Tengah ke Amerika Serikat (AS). Sehingga, impor tersebut tidak melalui jalur pengiriman Selat Hormuz.
Bahlil menyampaikan, akan melakukan pengalihan impor untuk minyak mentah dan LPG dari Timur Tengah karena penutupan Selat Hormuz. Sekitar 25 persen total impor Indonesia akan dialihkan dari Timur Tengah ke AS.
"Setelah tadi kita detailing, total impor crude kita dari Middle East itu kurang lebih sekitar 20-25 persen. Skenario nya adalah, sekarang ini untuk crude yang kita ambil dari Middle East sebagian kita alihkan untuk ambil di Amerika," kata Bahlil dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3/2026).