AALI
9925
ABBA
400
ABDA
6500
ABMM
1555
ACES
1275
ACST
236
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1085
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1925
AGAR
330
AGII
1485
AGRO
2240
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
71
AIMS
440
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1070
AKRA
4290
AKSI
400
ALDO
960
ALKA
240
ALMI
246
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.74
-0.54%
-2.76
IHSG
6603.80
0.02%
+1.23
LQ45
945.59
-0.48%
-4.58
HSI
23996.87
0.06%
+13.21
N225
28860.62
1.42%
+405.02
NYSE
0.00
-100%
-16591.97
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,343
Emas
824,868 / gram

Bangun Kereta Cepat, Dubes Jepang Sebut ke Surabaya Hanya Butuh 5,5 Jam

ECONOMICS
Michelle Natalia
Senin, 11 Oktober 2021 21:01 WIB
Jepang menjadi salah satu mitra strategis bagi Indonesia, terutama dalam pembangunan infrastruktur.
Bangun Kereta Cepat, Dubes Jepang Sebut ke Surabaya Hanya Butuh 5,5 Jam. (Foto: MNC Media/Faisal Rahman)
Bangun Kereta Cepat, Dubes Jepang Sebut ke Surabaya Hanya Butuh 5,5 Jam. (Foto: MNC Media/Faisal Rahman)

IDXChannel - Jepang menjadi salah satu mitra strategis bagi Indonesia, terutama dalam pembangunan infrastruktur. Banyak proyek yang dibangun di tanah air mendapatkan bantuan dari Negeri Sakura ini.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Kanasugi Kenji, mengatakan masih ada kebutuhan yang sangat besar akan pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia. Contoh proyek-proyek infrastruktur antara Jepang-Indonesia antara lain Semi-High Speed Train Jakarta-Surabaya, Pelabuhan Patimban, serta pembangkit-pembangkit listrik.

"Jepang sudah menjadi salah satu pemain ekonomi aktif di Indonesia dan kami ingin melanjutkan tradisi baik dalam pembangunan dan pengembangan infrastruktur di Indonesia," ujar Kanasugi dalam wawancara eksklusif dengan MNC Portal Indonesia di Jakarta, Senin(11/10/2021). 

Dia menekankan bahwa Jepang berusaha melakukan transfer teknologi ke Indonesia, dan juga berkontribusi terhadap pengembangan kapasitas SDM. 

Misalnya proyek Pelabuhan Patimban yang juga menjadi salah satu proyek terpenting saat ini, karena bisa meningkatkan kapabilitas ekspor Indonesia dan juga operabilitas dan konektivitas antara pulau-pulau berbeda di Indonesia. 

"Untuk kereta cepat Jakarta-Surabaya, kami ingin meng-upgrade kecepatannya dan juga jalur relnya, karena untuk yang sekarang, diperkirakan butuh waktu tempuh 11 jam, kami ingin mempercepatnya menjadi hanya 5,5 jam saja," ungkap Kanasugi. 

Dengan demikian, Jepang bisa berkontribusi terhadap kesejahteraan dan pembangunan yang lebih baik bagi rakyat Indonesia. Sementara itu, untuk pembangunan pembangkit listrik, Jepang juga berfokus pada SDG dan EBT, misalnya hydroelectricity.

"Saya pikir, kerja sama infrastruktur yang baik akan tetap terjalin di masa depan," pungkasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD