Berdasarkan Proyeksi Neraca Pangan Daging Sapi/Kerbau per Maret, diestimasikan total ketersediaan daging ruminansia untuk Maret ini dapat mencapai 226 ribu ton. Pasokan ketersediaan tersebut berasal dari produksi sapi/kerbau lokal 143,8 ekor atau setara dengan 28,2 ribu ton.
Selebihnya pasokan berasal dari hasil pemotongan sapi/kerbau bakalan dan realisasi impor yang total keduanya dapat mencapai 29,2 ribu ton serta stok awal Maret yang 168,6 ribu ton. Sementara kebutuhan konsumsi daging sapi/kerbau secara nasional di Maret diperkirakan berkisar di 65,8 ribu ton.
"Jadi stok daging relatif sangat cukup, karena kita kan importasinya 700 ribu live cattle (sapi hidup). Dominan dari Australia. Dari Brasil belum banyak yang datang. Kemudian stok daging lokal juga banyak, dari NTB, dari NTT. Kemudian ada penggemukan juga," kata Ketut.
Berdasarkan hasil pantauan pemerintah, kata dia, tren harga daging sapi mulai menunjukkan penurunan dan rerata harta yang tetap. Pemerintah berkomitmen terus menjaga kewajaran harga mulai dari Rumah Potong Hewan (RPH) sampai tingkat pengecer.
"Stok kita aman. Kemudian kita pantau harga daging secara nasional, kecenderungannya flat dan turun. Jadi sebenarnya setelah memastikan stoknya sangat cukup, harga daging sapi juga akan terus dijaga," kata Ketut.
(Dhera Arizona)