Realisasi tersebut terdiri dari Januari dan Februari yang telah disalurkan ke 992,8 ribu KPM dan Maret yang telah berhasil menyasar 864 ribu KPM.
Untuk pelaksanaan bantuan pangan di 2026, Bapanas sendiri telah memberikan kebijakan perpanjangan batas waktu penyaluran bantuan pangan hingga 31 Mei. Ini berasal dari permohonan perpanjangan waktu yang diajukan oleh Perum Bulog pada akhir Maret 2026 lalu.
Semula program bantuan pangan ini merupakan periode Februari dan Maret. Dalam berbagai kesempatan, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memberi penjelasan tentang swasembada pangan yang diraih Indonesia. Dalam arahan Presiden Prabowo Subianto, swasembada pangan bukan impian lagi karena telah tercapai.
"Presiden kita luar biasa, ini selesai semua. Mimpi kita swasembada selesai. Definisi swasembada selesai. 11 komoditas sesuai Perpres 125 tahun 2022, inilah pangan kita yang harus dijaga. Dari pangan ini, produksi kita 73 juta ton dan kebutuhan kita 68 juta ton, yang kita impor adalah hanya 3 komoditas," kata Kepala Bapanas Amran .
"Total impor ini 3,5 juta ton. 3,5 juta ton kalau dibagi 68 juta ton itu 4,9 persen. 4,9 persen itu di bawah standar FAO. Jadi substansi pangan adalah karbohidrat dan protein. Karbohidrat swasembada, protein swasembada. Ayam kita ekspor, telur kita ekspor. Minyak goreng, kita memenuhi kebutuhan dunia," kata Amran.