sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bapanas Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan Sesuai HET hingga Ramadan 2026

Economics editor Tangguh Yudha
13/01/2026 11:10 WIB
Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis harga dan ketersediaan pangan tetap terkendali pada saat ini hingga Ramadan 2026.
Bapanas Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan Sesuai HET hingga Ramadan 2026. Foto: iNews Media Group.
Bapanas Ungkap Strategi Jaga Harga Pangan Sesuai HET hingga Ramadan 2026. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Badan Pangan Nasional (Bapanas) optimistis harga dan ketersediaan pangan tetap terkendali pada saat ini hingga Ramadan 2026. Direktur Penganekaragaman Konsumsi Pangan Bapanas, Rinna Syawal, memastikan seluruh masyarakat akan memperoleh pangan dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Dengan seluruh langkah tersebut, kami optimistis stabilisasi harga dan pasokan pangan pada tahun 2026 dapat terus terjaga. Apalagi dalam waktu dekat kita akan memasuki Ramadan, dan pemerintah berkomitmen memastikan seluruh masyarakat tetap memperoleh pangan dengan harga yang wajar dan pasokan yang cukup,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/1/2026).

Rinna menjelaskan, upaya menjaga stabilitas harga pangan pada 2025 dilakukan melalui penguatan pemantauan harga, intervensi pasar, serta pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) secara terintegrasi. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kebijakan stabilisasi pangan pada 2026.

Pemerintah juga akan melanjutkan berbagai instrumen utama stabilisasi, mulai dari penyaluran Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras dan jagung, bantuan pangan, Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP), Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga penguatan Panel Harga Pangan dengan cakupan komoditas yang lebih luas.

“Pada 2026, pemantauan harga akan kami perkuat melalui lebih dari seribu enumerator di seluruh Indonesia, dengan penambahan komoditas seperti beras lokal, beras medium non-SPHP, daging kerbau beku dan segar agar kebijakan yang diambil semakin presisi dan responsif,” kata Rinna.

Dari sisi intervensi pasar, penyaluran SPHP beras sepanjang 2025 telah mencapai 802,9 ribu ton dan masih berlanjut hingga 31 Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Sementara itu, realisasi SPHP jagung pada 2025 mencapai 51.211 ton dan ditargetkan meningkat menjadi 500 ribu ton pada 2026 untuk mendukung peternak mandiri layer.

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement