Kendaraan yang menggunakan BBG menggunakan tangki khusus yang menampung BBG hingga 15 liter gas per tangki. Tangki BBG dirancang dengan standar keamanan yang tinggi. Apabila ada kebocoran, gas akan segera naik dan mengurai di udara sehingga tidak menimbulkan ledakan.
“Masyarakat tidak perlu khawatir mengenai aspek keamanan, karena pemasangan setiap converter kit maupun tangki BBG melalui standar yang keselamatan internasional oleh tenaga ahli yang kompeten,” kata Direktur Operasi dan Komersial Gagas Maisalina dalam keterangannya, Kamis (16/4/2026).
Adapun rata-rata pemakaian BBG pada kendaraan pribadi sebesar 10 Liter setara pertalite (LSP) per hari, taksi 20 LSP/ hari, bajaj dan angkot 15–20 LSP/ per hari. Sedangkan untuk kendaraan jenis truk atau bis rata-rata pemakaian 125–165 LSP/ hari. Untuk pemakaian 1 LSP dapat menempuh jarak hingga 10 KM.
“Harga BBG juga stabil di angka Rp4.500 per LSP, sangat bersahabat karena sumber gasnya berasal dari sumber domestik. Dengan banyak manfaat yang dapat dirasakan, kami berharap minat terhadap BBG semakin meningkat. Sebagai bagian dari Subholding Gas Pertamina, kami juga terus memperkuat kapabilitas agar layanan BBG semakin massif dan optimal sebagai solusi bahan bakar yang andal bagi masyarakat di berbagai wilayah,” ujar Maisalina.
BBG dapat dikonversi ke beberapa jenis kendaraan yang dedicated BBG fuel dan kendaraan yang menerapkan sistem dual fuel, dimana kendaraan dipasang converter kit sebagai switch sehingga dapat menggunakan BBG dan BBM secara bergantian. Sistem tersebut juga dapat membuat jarak tempuh kendaraan semakin panjang.