Kemudian momentum Ramadan dan Lebaran yang jatuh di awal tahun secara otomatis memicu lonjakan konsumsi rumah tangga.
Terakhir, langkah pemerintah yang melakukan percepatan belanja di awal tahun memberikan stimulus langsung pada aktivitas domestik.
"Jadi tiga poin ini yang mestinya, kemungkinan besar, pertumbuhan di kuartal I ini paling tidak kalau enggak flat dengan kuartal keempat (2025), mungkin akan sedikit lebih tinggi," tutur dia.
Meski ekonomi global tahun 2026 diprediksi stagnan, Andry tetap optimistis terhadap ketahanan ekonomi nasional dengan proyeksi pertumbuhan di angka 5,2 persen.
(kunthi fahmar sandy)